Presiden: netralitas TNI Polri dalam pilkada mutlak
Senin, 25 Juni 2018 18:52 WIB
Presiden Joko Widodo - (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/pd/17.)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Presiden Joko Widodo menjelaskan netralitas institusi TNI dan Polri dalam pemilihan kepala daerah berstatus mutlak.
"Netralitas TNI, netralitas Polri dan netralitas BIN itu adalah bersifat mutlak dalam penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada," kata Presiden usai meninjau kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Senin.
Menurut Presiden, dia telah menyampaikan kepada Kapolri, Panglima TNI dan Kepala BIN untuk senantiasa menjaga netralitas dalam pesta demokrasi.
Kepala Negara juga meminta partisipasi seluruh masyarakat untuk sama-sama mengawasi ketertiban proses pemilihan kepala daerah maupun pemilu.
"Jadi tidak usah ditanyakan lagi, dan kita juga mengundang, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi, marilah kita bersama-sama mengawasi," kata Presiden.
Menurut Jokowi, peraturan jika terjadi pelanggaran dalam Pilkada maupun Pemilu sudah jelas.
"Kalau dilihat ada yang tidak netral, silakan dilaporkan ke Bawaslu," ujar Presiden.
Selain itu, Presiden Jokowi juga dalam beberapa kesempatan saat "blusukan" ke daerah-daerah terus mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan persatuan usai pemilihan kepala daerah maupun pemilu.
Dia berharap masyarakat tidak saling bermusuhan sehingga mengorbankan persatuan bangsa dan negara karena perbedaan pilihan dalam politik. (*)
"Netralitas TNI, netralitas Polri dan netralitas BIN itu adalah bersifat mutlak dalam penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada," kata Presiden usai meninjau kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Senin.
Menurut Presiden, dia telah menyampaikan kepada Kapolri, Panglima TNI dan Kepala BIN untuk senantiasa menjaga netralitas dalam pesta demokrasi.
Kepala Negara juga meminta partisipasi seluruh masyarakat untuk sama-sama mengawasi ketertiban proses pemilihan kepala daerah maupun pemilu.
"Jadi tidak usah ditanyakan lagi, dan kita juga mengundang, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi, marilah kita bersama-sama mengawasi," kata Presiden.
Menurut Jokowi, peraturan jika terjadi pelanggaran dalam Pilkada maupun Pemilu sudah jelas.
"Kalau dilihat ada yang tidak netral, silakan dilaporkan ke Bawaslu," ujar Presiden.
Selain itu, Presiden Jokowi juga dalam beberapa kesempatan saat "blusukan" ke daerah-daerah terus mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan persatuan usai pemilihan kepala daerah maupun pemilu.
Dia berharap masyarakat tidak saling bermusuhan sehingga mengorbankan persatuan bangsa dan negara karena perbedaan pilihan dalam politik. (*)
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Fokus Pilkada
Lihat Juga
Pemkab Pasaman Barat tegaskan pelaksanaan pemilihan wali nagari secara e-voting
18 November 2025 19:02 WIB
Kenapa 27 Agustus 2025, jadi hari libur bagi ASN dan Non ASN Pangkalpinang dan Bangka?
27 August 2025 9:30 WIB
Meski kalah PSU, pasangan Nanik-Suyatni unggul tipis dari total suara Pilkada Magetan
23 March 2025 6:42 WIB