Begini cara Pemkot Pariaman makmurkan masjid selama Ramadhan
Kamis, 17 Mei 2018 8:05 WIB
Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat Mukhlis Rahman meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah setempat merangkul masyarakat untuk memakmurkan masjid dan mushalla selama Ramadhan 1439 hijriah.
"ASN harus dapat menjadi panutan dalam beribadah, agar semua tempat-tempat ibadah ramai selama Ramadhan," kata dia di Pariaman, Kamis.
Para ASN bisa berdiskusi lebih banyak dan mengajak masyarakat minimal di lingkungan tempat tinggalnya untuk shalat berjamaah di masjid, menghidupkan malam Ramadhan dengan mendengarkan ceramah, shalat tarwih dan membaca Al Quran.
Kemudian pada waktu siang hari selain kegiatan rutin dan ibadah wajib, sempatkan gotong royong membersihkan pekarangan masjid dan mushalla, serta lingkungan permukiman warga.
Ia mengharapkan ASN benar-benar aktif di masyarakat, karena semua ini juga termasuk perbuatan ibadah yang juga berlipat ganda nilainya pada Ramadhan ini.
Mengajak sesama muslim untuk berbuat baik merupakan tindakan terpuji, apalagi hal tersebut dilakukan saat Ramadhan.
"Inilah sesungguhnya hakikat memakmurkan masjid, dan yang kita inginkan bersama," kata dia.
Selain mendorong ASN untuk merangkul masyarakat, ia juga mengingatkan beberapa poin penting terkait etos kerja selama Ramadhan.
Selama Ramadhan ASN tidak dibenarkan menurunkan etos kerja dan bermalas-malasan dengan alasan berpuasa.
Ia menegaskan berpuasa tidak bisa dijadikan alasan mengurangi pelayanan dalam mengayomi masyarakat, malah kinerja harus lebih baik pada Ramadhan karena juga akan bernilai ibadah.
ASN juga diingatkan jangan sampai terjaring razia pekat.
Pemerintah melalui Satpol PP akan melakukan razia warung makan yang buka siang hari, dan tempat-tempat penyakit masyarakat lain selama Ramadhan.
"Jangan sampai ASN yang harusnya jadi contoh masyarakat, malah terjaring di warung makan dan tempat maksiat," kata dia.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pariaman, Irmadawani mengatakan selama Ramadhan setiap ASN laki-laki diwajibkan menggunakan peci nasional dan perempuan memakai hijab dalam bekerja.
"Dari pantauan kita masih ada sejumlah ASN perempuan yang tidak menggunakan hijab, namun selama Ramadhan itu wajib," kata dia. (*)
"ASN harus dapat menjadi panutan dalam beribadah, agar semua tempat-tempat ibadah ramai selama Ramadhan," kata dia di Pariaman, Kamis.
Para ASN bisa berdiskusi lebih banyak dan mengajak masyarakat minimal di lingkungan tempat tinggalnya untuk shalat berjamaah di masjid, menghidupkan malam Ramadhan dengan mendengarkan ceramah, shalat tarwih dan membaca Al Quran.
Kemudian pada waktu siang hari selain kegiatan rutin dan ibadah wajib, sempatkan gotong royong membersihkan pekarangan masjid dan mushalla, serta lingkungan permukiman warga.
Ia mengharapkan ASN benar-benar aktif di masyarakat, karena semua ini juga termasuk perbuatan ibadah yang juga berlipat ganda nilainya pada Ramadhan ini.
Mengajak sesama muslim untuk berbuat baik merupakan tindakan terpuji, apalagi hal tersebut dilakukan saat Ramadhan.
"Inilah sesungguhnya hakikat memakmurkan masjid, dan yang kita inginkan bersama," kata dia.
Selain mendorong ASN untuk merangkul masyarakat, ia juga mengingatkan beberapa poin penting terkait etos kerja selama Ramadhan.
Selama Ramadhan ASN tidak dibenarkan menurunkan etos kerja dan bermalas-malasan dengan alasan berpuasa.
Ia menegaskan berpuasa tidak bisa dijadikan alasan mengurangi pelayanan dalam mengayomi masyarakat, malah kinerja harus lebih baik pada Ramadhan karena juga akan bernilai ibadah.
ASN juga diingatkan jangan sampai terjaring razia pekat.
Pemerintah melalui Satpol PP akan melakukan razia warung makan yang buka siang hari, dan tempat-tempat penyakit masyarakat lain selama Ramadhan.
"Jangan sampai ASN yang harusnya jadi contoh masyarakat, malah terjaring di warung makan dan tempat maksiat," kata dia.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pariaman, Irmadawani mengatakan selama Ramadhan setiap ASN laki-laki diwajibkan menggunakan peci nasional dan perempuan memakai hijab dalam bekerja.
"Dari pantauan kita masih ada sejumlah ASN perempuan yang tidak menggunakan hijab, namun selama Ramadhan itu wajib," kata dia. (*)
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemuda Sijunjung jadi Delegasi pada Asian Creative and Digital Economy Youth Summit (ACE-YS) 2023
02 November 2023 14:07 WIB, 2023
23 tahun jadi lurah, Abdul Rahman kini bantu warga Bukittinggi sebagai legislator
22 May 2023 11:56 WIB, 2023
Wakil Bupati Resmikan Masjid Ar-Rahman Rawa Bubur di Nagari Bukit Buai Tapan
17 April 2021 13:16 WIB, 2021
PT Supreme Energy Muaralaboh sediakan CSR hingga Rp3 miliar setiap tahun
01 February 2021 12:11 WIB, 2021