Ilmuwan Malaysia paparkan penelitian senapan Minangkabau
Rabu, 25 April 2018 10:28 WIB
Pemaparan peneliti Malaysia terkait bedil Minangkabau di Kuliah Umum Unand. (Antara Sumbar/M R Denya)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Peneliti asal Malaysia Wan Mohd Dasuki Wan Hasbullah mepaparkan penelitiannya terkait bedil atau senapan di Minangkabau dan Melayu dalam kuliah umum Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Unand, Selasa.
Wan Mohd yang merupakan doktor dari Universiti Sains Malaysia menjelaskan asal mula senjata yang digunakan perang masyarakat Melayu khususnya jenis senjata api.
Dalam kuliah ini dipaparkan kaitan senjata api, tradisi dan penyebaran dengan masyarakat Minangkabau.
Wan yang berdomisili di Singapura menilai ada potensi masyarakat Minangkabau menciptakan senjata atau menggunakan senjata api.
Hal ini ditemukan dalam kisah kesultanan Sulu yang ditemukan sejarah pengetahuan senjata api dari Rajo Bagindo dari Minangkabau.
Termasuk sejarah Kerajaan Malaka yang diduga juga memiliki senjata 3.000 pucuk, dari laporan ilmuan Inggris berasal dari Minangkabau.
Kemudian laporan dari Siak yang juga mengatakan adanya impor senjata dari Minangkabau (*).
Ketua Jurusan Sastra Minangkabau Dr Pramono mengatakan penelitian ini terus berlanjut dan pengadaan kuliah umum ini bertujuan berbagi dan berdialog terkait bedil Minangkabau tersebut. (*)
Wan Mohd yang merupakan doktor dari Universiti Sains Malaysia menjelaskan asal mula senjata yang digunakan perang masyarakat Melayu khususnya jenis senjata api.
Dalam kuliah ini dipaparkan kaitan senjata api, tradisi dan penyebaran dengan masyarakat Minangkabau.
Wan yang berdomisili di Singapura menilai ada potensi masyarakat Minangkabau menciptakan senjata atau menggunakan senjata api.
Hal ini ditemukan dalam kisah kesultanan Sulu yang ditemukan sejarah pengetahuan senjata api dari Rajo Bagindo dari Minangkabau.
Termasuk sejarah Kerajaan Malaka yang diduga juga memiliki senjata 3.000 pucuk, dari laporan ilmuan Inggris berasal dari Minangkabau.
Kemudian laporan dari Siak yang juga mengatakan adanya impor senjata dari Minangkabau (*).
Ketua Jurusan Sastra Minangkabau Dr Pramono mengatakan penelitian ini terus berlanjut dan pengadaan kuliah umum ini bertujuan berbagi dan berdialog terkait bedil Minangkabau tersebut. (*)
Pewarta : M R Denya Utama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ayo naik kereta api, KAI Divre II Sumbar masih sediakan 30 ribu tiket selama libur Nataru
31 December 2025 20:12 WIB
Hormati korban bencana Sumatera, Ambon tak gelar kembang api di Tahun Baru
25 December 2025 16:10 WIB
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Unbrah gelar Promosi Bersanding dengan kampus ternama nasional dalam Edufair Bengkulu 2026
08 January 2026 6:23 WIB
Dosen Fikes Unbrah gelar Gencat Seni guna cegah stunting sejak remaja di SMAN 13 Padang
14 November 2025 11:43 WIB