MUI : Hormati pengumuman 1 Ramadhan 1439 H yang ditetapkan Muhammadiyah
Rabu, 14 Maret 2018 12:49 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Antara)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi meminta kepada siapapun untuk menghormati pengumuman dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait penetapan 1 Ramadhan 1439 Hijriah sebagai hari pertama puasa tahun ini, hari lebaran dan hari besar keagamaan Islam lainnya.
"MUI mengharapkan umat Islam untuk tidak menjadikan hal ini menjadi polemik tapi justru harus dijadikan sebagai proses pendewasaan diri dalam menerima perbedaan pendapat," katanya di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan MUI juga menghormati Muhammadiyah terkait maklumat tersebut.
"MUI menghormati keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah mengumumkan penetapan 1 Ramadan 1439 Hijriyah dan 1 Syawal 1439 Hijriyah karena sesuai dengan methoda ijtihad yang digunakan yaitu melalui pendekatan hisab atau perhitungan bulan," jelasnya.
MUI, tambahnya juga menghormati ormas Islam lainnya yang belum mengumumkan awal puasa karena menggunakan pendekatan penetapan hilalnya melalui rukyatul hilal (melihat bulan).
Muhammadiyah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan tahun 1439 Hijriyah atau 2018 pada Kamis 17 Mei dengan merujuk hasil perhitungan astronomi atau hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan penetapan soal 1 Ramadan itu agar dapat menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah.
Berdasarkan maklumat tersebut, 1 Syawal atau hari Idul Fitri 2018 jatuh pada Jumat 15 Juni. Kemudian 1 Zulhijah tahun ini bertepatan dengan Senin 13 Agustus. Dengan begitu, Hari Arafah atau 9 Zulhijah bersamaan dengan Selasa 21 Agustus.
Selanjutnya, Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pada Rabu 22 Agustus 2018.(*)
"MUI mengharapkan umat Islam untuk tidak menjadikan hal ini menjadi polemik tapi justru harus dijadikan sebagai proses pendewasaan diri dalam menerima perbedaan pendapat," katanya di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan MUI juga menghormati Muhammadiyah terkait maklumat tersebut.
"MUI menghormati keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah mengumumkan penetapan 1 Ramadan 1439 Hijriyah dan 1 Syawal 1439 Hijriyah karena sesuai dengan methoda ijtihad yang digunakan yaitu melalui pendekatan hisab atau perhitungan bulan," jelasnya.
MUI, tambahnya juga menghormati ormas Islam lainnya yang belum mengumumkan awal puasa karena menggunakan pendekatan penetapan hilalnya melalui rukyatul hilal (melihat bulan).
Muhammadiyah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan tahun 1439 Hijriyah atau 2018 pada Kamis 17 Mei dengan merujuk hasil perhitungan astronomi atau hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan penetapan soal 1 Ramadan itu agar dapat menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah.
Berdasarkan maklumat tersebut, 1 Syawal atau hari Idul Fitri 2018 jatuh pada Jumat 15 Juni. Kemudian 1 Zulhijah tahun ini bertepatan dengan Senin 13 Agustus. Dengan begitu, Hari Arafah atau 9 Zulhijah bersamaan dengan Selasa 21 Agustus.
Selanjutnya, Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pada Rabu 22 Agustus 2018.(*)
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo kembali kutip Al Quran surat Ra'd ayat 11, komitmen perbaiki bangsa
07 February 2026 14:55 WIB
MUI Sawahlunto Ajukan Rekomendasi Penguatan Ketahanan Spiritual Generasi Muda
16 December 2025 12:52 WIB
Wakili Gubernur, Busril apresiasi KANA Bali jaga budaya Minangkabau di rantau
20 July 2025 19:41 WIB
Terpopuler - Sosial
Lihat Juga
Kemensos salurkan bansos penanganan pascabencana dan bansos reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar
31 January 2026 10:59 WIB
Penyaluan bansos tahap pertama tetap melalui bank Himbara dan Pos Indonesia
23 January 2026 23:24 WIB
Sambut Ramadhan, Elnusa Petrofin Berbagi Energi Kebahagiaan dengan Anak Yatim Piatu & Dhuafa di Seluruh Indonesia
06 March 2025 15:10 WIB
Luhut tekankan perlunya pengoptimalan digitalisasi untuk penyaluran bansos
08 February 2025 14:27 WIB, 2025