Jakarta, (ANTARA) - CEO Liga Mahasiswa (LIMA) Ryan Gozali mengharapkan peningkatan prestasi atlet cerdas Indonesia melalui kompetisi yang membawahi sejumlah kompetisi multi cabang olahraga antarmahasiswa. "Berbagai kompetisi LIMA merupakan kloning dari kompetisi Nation College Association (NCA) di Amerika Serikat di mana asosiasi itu mampu mencetak 'student athlete' yang nantinya mampu melahirkan atlet dan pemimpin berkualitas," kata Ryan di Jakarta, Jumat. Mahasiswa dianggap memiliki inteligensi yang baik sehingga bila kecerdasan itu diterapkan para atlet maka menjadi nilai tambah yang berkualitas. "Lihatlah permainan pesepak bola asal Eropa yang kebanyakan menggunakan pemikiran kritis dalam pertandingan," kata dia. Dia melanjutkan, dengan konsep atlet yang lebih pintar akan membuat atlet terintegrasi antara permainan dengan kecerdasannya. Kompetisi yang diselenggarakan LIMA akan menggelar kejuaraan bola basket, bulutangkis, renang dan golf di tahun pertama. "Namun yang kami rintis dalam waktu dekat adalah LIMA bolabasket dimulai pada Oktober tahun ini," kata Ryan. Pembentukan Liga Mahasiswa yang dibentuk sejak tiga bulan lalu merupakan salah satu cara meningkatkan prestasi atlet secara keseluruhan, bukan hanya bagi mahasiswa. (*/sun)