Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Sebanyak enam titik longsor terjadi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akibat curah hujan melanda daerah itu semenjak Jumat (2/12) malam hingga Sabtu (3/12) pagi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Yunaidi mengatakan, enam titik longsor itu terjadi di Mungko Jalan, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak dua titik pada Sabtu (3/12) sekitar 2:30 WIB.
Titik pertama dengan panjang material sekitar 100 meter dan tinggi tiga meter. Titik kedua dengan panjang 50 meter dan tinggi sekitar tiga meter.
"Tidak ada korban jiwa akibat longsor melanda daerah itu. Namun mengakibatkan akses jalan dari Tanjung Sani ke Sungai Batang tidak bisa dilalui kendaraan dan 10 petak keramba jaring apung di Danau Maninjau rusak akibat tertimbun material longsor," katanya.
Lalu, satu titik longsor di Jorong Baruh, Nagari Balingka, Kecamatan Ampek Koto, terjadi pada Sabtu (3/12) sekitar pukul 2:30 WIB. Longsor tersebut mengakibatkan dua unit rumah rusak ringan akibat tertimbun longsor. Rumah tersebut miliki Risman Sutan Syarif (57) dan Nurhayati (62).
Sedangkan dua titik longsor terjadi di Kecamatan Malalak, mengakibatkan jalan penghubung Padang Pariaman menuju Bukittinggi tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.
Longsor pertama di Bukik Apik, Nagari Malalak Timur, terjadi pada Sabtu (3/12) sekitar pukul 6:30 WIB, dengan panjang material sekitar sembilan meter dan tinggi tiga meter.
Longsor kedua di Malalak Selatan terjadi pada Sabtu (3/12) sekitar pukul 2:30 WIB, dengan tinggi sekitar tiga meter dan panjang 10 meter.
Selain itu, satu titik longsor di Jorong Lubuk Kandang, Nagari Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan, dengan panjang 20 meter dan tinggi 80 centimeter.
"Kita telah menurunkan anggota Satgas untuk membersihkan material longsor," katanya.
Ia mengimbau kepada warga yang berada di dataran tinggi dan melewati daerah perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban, karena curah hujan diperkirakan masih terjadi di daerah itu sampai awal Januari 2017.
Salah seorang korban, Risman Sutan Syarif mengatakan, material longsor mengenai dapur dan mengakibatkan bangunan rumah menjadi miring.
"Kami selamat dari longsor tersebut," katanya. (*)