Menhan Sesalkan Penyanderaan WNI
Jumat, 11 November 2016 14:32 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
Jakarta, (Antara Sumbar) - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyesalkan adanya penyanderaan dua warga negara Indonesia (WNI) lagi di perairan Malaysia.
"Saya sudah bilang, saya bosan sebenarnya, sudah saya ingatkan jangan ke situ, jangan ke situ, masih ke situ juga," kata Menhan Ryamizard di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan pemerintah sudah mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) berulang kali agar tidak melaut di perairan yang rawan penculikan.
"Kan dongkol lama-lama, sekali dua kali iya, kalau empat sampai lima kali begitu-begitu terus, memangnya kerjaan kita nongkrong di situ," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri telah mengimbau para anak buah kapal (ABK) di perairan Sabah, Malaysia tidak melaut hingga kondisi kondusif usai penculikan terhadap dua orang kapten kapal di kawasan tersebut.
Dua WNI diculik saat sedang menangkap ikan di wilayah terumbu Pengarus Perairan Kertam sekitar 13-15 mil laut dari muara Kuala Kinabatangan Negeri Sabah, Malaysia.
Keduanya adalah La Utu bin La Raali dari kapal SSK 00520F dan La Hadi bin La Adi dari kapal SN 1154/4F.
Mereka berasal dari Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. (*)
"Saya sudah bilang, saya bosan sebenarnya, sudah saya ingatkan jangan ke situ, jangan ke situ, masih ke situ juga," kata Menhan Ryamizard di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan pemerintah sudah mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) berulang kali agar tidak melaut di perairan yang rawan penculikan.
"Kan dongkol lama-lama, sekali dua kali iya, kalau empat sampai lima kali begitu-begitu terus, memangnya kerjaan kita nongkrong di situ," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri telah mengimbau para anak buah kapal (ABK) di perairan Sabah, Malaysia tidak melaut hingga kondisi kondusif usai penculikan terhadap dua orang kapten kapal di kawasan tersebut.
Dua WNI diculik saat sedang menangkap ikan di wilayah terumbu Pengarus Perairan Kertam sekitar 13-15 mil laut dari muara Kuala Kinabatangan Negeri Sabah, Malaysia.
Keduanya adalah La Utu bin La Raali dari kapal SSK 00520F dan La Hadi bin La Adi dari kapal SN 1154/4F.
Mereka berasal dari Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. (*)
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menhan Ryamizard Ryacudu dinobatkan jadi anak adat Tabi Jayapura, Papua
10 October 2019 13:38 WIB, 2019
Menhan Ryamizard: Papua bagian integral Indonesia, final tak perlu diperdebatkan lagi
10 October 2019 12:04 WIB, 2019
Menhan bertemu tokoh adat Papua dan Papua Barat, ini yang didiskusikan
10 October 2019 11:27 WIB, 2019
Waspadai peningkatan aktivitas terorisme di Filipina, Ryamizard: inisiatif harus diambil
08 July 2019 12:56 WIB, 2019
Menhan prihatin prajurit TNI terpapar radikalime, Ryamizard: jumlahnya kurang lebih tiga persen
19 June 2019 13:00 WIB, 2019
Kivlan Zen minta perlindungan pada "jabatan" Wiranto dan Ryamizard bukan pada pribadinya
14 June 2019 20:19 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018