Ketua MPR : Pejabat Jadi Contoh Teladan Rakyat
Sabtu, 22 Oktober 2016 19:12 WIB
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. (Antara) ()
Jakarta, (Antara Sumbar) - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan pejabat negara baik di pusat maupun di daerah yang menjadi contoh teladan bagi rakyat agar dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila yang menjadi ideologi negara.
"Sangat disayangkan, pejabat negara baik di pusat dan daerah, banyak yang tindakan dan perilakunya jauh dari nilai-nilai Pancasila. Banyak pejabat yang melakukan tindakan buruh, seperti korupsi," kata Zulkifli Hasan ketika menyampaikan materi sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan para pimpinan dan anggota Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) di Jakarta, Sabtu.
Menurut Zulkifli, seluruh putra bangsa hendaknya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama pejabat negara agar memberikan keteladanan kepada rakyat.
Kepala Daerah, kata dia, adalah pejabat negara di daerah yang paling dekat dengan rakyat, apalagi kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat.
Dia menegaskan, para calon kepala daerah mestinya diberikan penataran Pancasila, sehingga ketika menjadi pemimpin di daerah memiliki bekal wawasan Pancasila untuk diterapkan dalam menjalankan pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
"Jika ada pejabat yang malah bikin 'keruh' artinya dia tidak memahami Pancasila," katanya.
Zulkifli Hasan mencontohkan, menjelang Pilkada di DKI Jakarta sudah banyak terjadi potensi konflik di tengah masyarakat yang sangat berbahaya.
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menyoroti persiapan pilkada serentak 2017 yang seharusnya membawa kebaikan dan harapan baik bagi rakyat, bukannya malah terjadi dikotomi dan memunculkan bibit permusuhan.
"Itulah pentingnya semua kembali kepada Pancasila, para calon kepala daerah harus memahami Pancasila dengan baik. Mereka harus diberikan sosialisasi Pancasila dengan baik," ujarnya.
Zulkifli menjelaskan, potensi konflik pada Pilkada, bersumber dari tidak memahami kebhinekaan, keadilan sosial, serta kewajiban.
Pada pelaksanaan pilkada, katanya, rakyat memiliki hak untuk memilih dan tidak memilih sesuai penilaiannya, itu adalah hak yang tidak dapat diganggu gugat. (*)
"Sangat disayangkan, pejabat negara baik di pusat dan daerah, banyak yang tindakan dan perilakunya jauh dari nilai-nilai Pancasila. Banyak pejabat yang melakukan tindakan buruh, seperti korupsi," kata Zulkifli Hasan ketika menyampaikan materi sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan para pimpinan dan anggota Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) di Jakarta, Sabtu.
Menurut Zulkifli, seluruh putra bangsa hendaknya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama pejabat negara agar memberikan keteladanan kepada rakyat.
Kepala Daerah, kata dia, adalah pejabat negara di daerah yang paling dekat dengan rakyat, apalagi kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat.
Dia menegaskan, para calon kepala daerah mestinya diberikan penataran Pancasila, sehingga ketika menjadi pemimpin di daerah memiliki bekal wawasan Pancasila untuk diterapkan dalam menjalankan pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
"Jika ada pejabat yang malah bikin 'keruh' artinya dia tidak memahami Pancasila," katanya.
Zulkifli Hasan mencontohkan, menjelang Pilkada di DKI Jakarta sudah banyak terjadi potensi konflik di tengah masyarakat yang sangat berbahaya.
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menyoroti persiapan pilkada serentak 2017 yang seharusnya membawa kebaikan dan harapan baik bagi rakyat, bukannya malah terjadi dikotomi dan memunculkan bibit permusuhan.
"Itulah pentingnya semua kembali kepada Pancasila, para calon kepala daerah harus memahami Pancasila dengan baik. Mereka harus diberikan sosialisasi Pancasila dengan baik," ujarnya.
Zulkifli menjelaskan, potensi konflik pada Pilkada, bersumber dari tidak memahami kebhinekaan, keadilan sosial, serta kewajiban.
Pada pelaksanaan pilkada, katanya, rakyat memiliki hak untuk memilih dan tidak memilih sesuai penilaiannya, itu adalah hak yang tidak dapat diganggu gugat. (*)
Pewarta : Riza Harahap
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Mahyeldi sambut peserta Konferensi Wakaf Internasional 2025 dalam Gala Dinner
15 November 2025 8:36 WIB
Lima bangunan rusak berat akibat dibakar pendemo di Bandung, salah satunya aset MPR-RI
30 August 2025 12:13 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018