Demorat Benarkan Haji Lulung Temui SBY
Senin, 17 Oktober 2016 12:34 WIB
Ketua Harian Partai Demokrat Syarif Hassan. (Antara)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan membenarkan Ketua DPW PPP DKI kubu Djan Faridz, Abraham Lunggana menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan dukungan kepada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di Pilkada DKI Jakarta.
"Ya mereka mendukung Agus dan Sylvi, hampir dipastikan semuanya begitu," kata Syarief di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin.
Dia mengatakan, Haji Lulung datang menemui SBY pada Minggu (16/10) malam di kediaman SBY di Cikeas, tujuannya mendukung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.
Menurut dia, Lulung datang dengan semua tim dan konstituennya serta menegaskan dukungannya terhadap pasangan Agus-Sylviana.
"Yang hadir itu semua dengan tim-timnya dan konstituennya, yaitu mengatakan mendukung Agus-Sylviana," ujarnya.
Syarief mengatakan, atas dukungan tersebut Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengucapkan terima kasih, karena mereka berkomitmen akan membantu memenangi pasangan yang diusung oleh Koalisi Cikeas.
Menurut dia, dukungan itu tujuannya untuk perubahan bagi Jakarta dan menguatkan kerja politik koalisi yang sudah dibangun Koalisi Cikeas yang terdiri dari Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP.
"Kita mengharapkan dukungan ini bisa membuat terjadinya perubahan di kota Jakarta," katanya.
Sebelumnya, PPP kubu Djan Faridz resmi mendukung pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP DKI Jakarta versi Djan Faridz, Abraham Lulung Lunggana atau haji Lulung yang selama ini menjadi seteru Ahok menghormati dan menghargai keputusan Djan Faridz.
Dia mengatakan, sebagai warga negara Indonesia, dirinya mempunyai hak politik yang bisa berbeda dengan keputusan partai sehingga atas dasar itu ia tetap konsisten untuk menolak mendukung pasangan Ahok-Djarot.
"Sampai hari ini saya masih konsisten sebagai lambang perlawanan terhadap Ahok dan Selama ini masyarakat Jakarta Indonesia pada umum sudah mengetahui bentuk perlawanannya," kata Lulung.
Menurut, Lulung politik adalah sikap tegas, konsisten yang harus tetap dijaga dan dirinya enggan dicap sebagai politisi plintat-plintut. (*)
"Ya mereka mendukung Agus dan Sylvi, hampir dipastikan semuanya begitu," kata Syarief di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin.
Dia mengatakan, Haji Lulung datang menemui SBY pada Minggu (16/10) malam di kediaman SBY di Cikeas, tujuannya mendukung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.
Menurut dia, Lulung datang dengan semua tim dan konstituennya serta menegaskan dukungannya terhadap pasangan Agus-Sylviana.
"Yang hadir itu semua dengan tim-timnya dan konstituennya, yaitu mengatakan mendukung Agus-Sylviana," ujarnya.
Syarief mengatakan, atas dukungan tersebut Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengucapkan terima kasih, karena mereka berkomitmen akan membantu memenangi pasangan yang diusung oleh Koalisi Cikeas.
Menurut dia, dukungan itu tujuannya untuk perubahan bagi Jakarta dan menguatkan kerja politik koalisi yang sudah dibangun Koalisi Cikeas yang terdiri dari Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP.
"Kita mengharapkan dukungan ini bisa membuat terjadinya perubahan di kota Jakarta," katanya.
Sebelumnya, PPP kubu Djan Faridz resmi mendukung pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP DKI Jakarta versi Djan Faridz, Abraham Lulung Lunggana atau haji Lulung yang selama ini menjadi seteru Ahok menghormati dan menghargai keputusan Djan Faridz.
Dia mengatakan, sebagai warga negara Indonesia, dirinya mempunyai hak politik yang bisa berbeda dengan keputusan partai sehingga atas dasar itu ia tetap konsisten untuk menolak mendukung pasangan Ahok-Djarot.
"Sampai hari ini saya masih konsisten sebagai lambang perlawanan terhadap Ahok dan Selama ini masyarakat Jakarta Indonesia pada umum sudah mengetahui bentuk perlawanannya," kata Lulung.
Menurut, Lulung politik adalah sikap tegas, konsisten yang harus tetap dijaga dan dirinya enggan dicap sebagai politisi plintat-plintut. (*)
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Fokus Pilkada
Lihat Juga
Pemkab Pasaman Barat tegaskan pelaksanaan pemilihan wali nagari secara e-voting
18 November 2025 19:02 WIB
Kenapa 27 Agustus 2025, jadi hari libur bagi ASN dan Non ASN Pangkalpinang dan Bangka?
27 August 2025 9:30 WIB
Meski kalah PSU, pasangan Nanik-Suyatni unggul tipis dari total suara Pilkada Magetan
23 March 2025 6:42 WIB