Politisi PPP Pindah ke Partai Nasdem
Rabu, 30 Januari 2013 19:15 WIB
Jakarta, (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maiyasyak Johan mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI dan sebagai kader PPP untuk bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem).
"Saya resmi mengundurkan diri sebagai anggota DPR dan juga sebagai kader PPP mulai hari ini. Tapi suratnya tertanggal 1 Februari 2013. Saya sekarang bergabung ke Partai Nasional Demokrat," kata Maiyasyak di Jakarta, Rabu.
Politikus PPP yang sudah dua periode menjadi anggota DPR RI itu menyatakan mundur dari PPP karena ingin mencari tantangan baru.
Selain itu, dia mengaku menyukai ide perubahan yang diusung Partai NasDem dan sering berkomunikasi dengan tokoh yang dia anggap sebagai pembawa perubahan, yaitu Ferry Mursyidan Baldan dan Enggartiasto Lukita.
"Banyak tawaran dan konsep yang beredar di 'atmosfer' politik Indonesia, NasDem datang dengan gagasan restorasi yang saya lihat sebagai sebuah tantangan," ujarnya.
"Setiap orang punya keinginan untuk tidak 'mati' sebelum mati. Setiap orang ingin melakukan sesuatu dan sesuatu hanya datang ketika dia mampu berpikir progresif," lanjutnya.
Dia menambahkan, dirinya telah memikirkan keputusan itu secara 'matang' hingga rela meninggalkan kedudukan sebagai anggota parlemen dan meninggalkan partainya yang dulu.
Maiyasyak juga menegaskan bahwa alasan kepindahannya tidak disebabkan oleh perselisihan antara dirinya dengan PPP.
"Tidak ada apa-apa antara saya dengan parpol lama," katanya.
Dia juga membantah isu tentang alasan kepindahannya terkait kekhawatiran tidak mendapat bagian sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari PPP.
Selanjutnya, dia berharap sebagai anggota yang baru ia dapat ikut menerapkan gagasan Partai NasDem.
"Negeri ini hanya bisa ditata dengan suatu gerakan perubahan dan NasDem menyediakan konsep itu," ujarnya.
Bersama Maiyasyak, dua anggota DPR dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) juga ikut bergabung dengan Partai NasDem, yaitu H.M. Malkan Amin dan Mama Rahayu Abdullah.
Sebelumnya, anggota DPR lainnya dari Fraksi Partai Golkar, Enggartiasto Lukita, telah lebih dulu bergabung dengan Partai NasDem.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Gun Gun Heryanto menganggap wajar aksi politisi yang pindah dari satu partai ke partai lain karena partai-partai politik (parpol) di Indonesia dinilai belum memiliki ideologi dan program kerja yang jelas.
"Jadi perpindahan seseorang dari satu partai ke partai lain tidak ada pengaruh apa-apa dan itu wajar saja," kata Gun Gun.
Menurut dia, politisi di Indonesia yang mengundurkan diri dari partainya dan pindah ke parpol lain lebih disebabkan pemikiran dan pendapat yang tidak sejalan dengan para petinggi parpol sehingga para politisi tersebut merasa khawatir dia tidak dapat mencalonkan diri pada pemilu mendatang.
"Saya yakin ini masalah slot, jadi dia sekarang mungkin tidak lagi berada dalam satu 'perahu' yang sama dengan elite utama partai. Makanya dia mencari 'perahu' lain yang dianggap memiliki kesamaan dengan keinginannya untuk memungkinkan dia kembali ke parlemen," ujarnya.
Keadaan itu, lanjutnya, sangat berbeda di negara-negara yang memiliki iklim demokrasi yang lebih maju, seperti Amerika Serikat.
Dia berpendapat, di Amerika Serikat, ideologi dan program kerja suatu parpol sudah sangat jelas sehingga rakyat dapat memilih yang benar. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Miliki Basis 17 Ribu Suara, PPP Kabupaten Solok Nyatakan Dukungan Penuh untuk Mahyeldi-Vasko
16 October 2024 20:29 WIB, 2024
DPC PPP Pasaman Barat adakan seleksi visi misi bakal calon kepala daerah
05 June 2024 20:32 WIB, 2024
Sandiaga Uno ingin para caleg PPP kerja "all out" jelang Pemilu 2024
11 November 2023 20:14 WIB, 2023
PPP: Yenny Wahid gabung TPN Ganjar beri semangat peningkatan elektoral
28 October 2023 12:50 WIB, 2023
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018