Warga Pesisir Selatan Malamang Sambut Ramadhan
Sabtu, 4 Juni 2016 11:33 WIB
Tradisi "Malamang" . FOTO ANTARA SUMBAR/Iggoy el Fitra/11 ()
   Painan, (Antara Sumbar)- Warga Balai Selasa, Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), melakukan kegiatan malamang atau membuat makanan lemang dari ketan bersama menyambut Ramadhan pada Sabtu.
        "Tradisi ini kami gelar bersama tiap tahun, apalagi masuk bulan suci Ramadhan," kata Warga Balai Selasa, Syamsimar di Painan, Sabtu.
        Ia menambahkan sebelum malamang, mereka berdiskusi terkait proses malamang yang akan dilakukan.
        "Malamang tidak gampang, selain itu sangat perlu bahan pembungkus serta bahan bakarnya," ujarnya.
        Bahan pembungkus yaitu berupa daun pisang dan bambu, serta bahan bakar berupa kayu bakar yang diperlukan cukup banyak.
        Ia menyampaikan lamang yang dibuat terdiri dari beberapa rasa di antaranya lamang beras ketan hitam, lamang beras ketan putih dan lamang pisang.
        Ia menjelaskan cara pembuatannya yaitu awalnya beras ketan dibersihkan, dikeringkan, lalu masukkan kedalam bambu sepanjang 70 centimeter yang telah dilapisi daun pisang.
        Proses memasak membutuhkan waktu sekitar empat jam menggunakan kayu bakar dengan api sedang. Kalau api terlalu besar akan menyebabkan lamang menjadi hitam.
        Warga Balai Selasa lainnya, Ema juga malamang hari ini.
        "Ini sudah tradisi tiap masuk bulan Ramadhan buat saya. Sudah diniatkan", katanya.
        Ia menjelaskan setelah malamang pada pagi hingga siang hari, nanti akan ada syukuran keluarga pada malam hari serta mengundang tetangga untuk makan lamang bersama-sama.
        "Tradisi ini kami gelar bersama tiap tahun, apalagi masuk bulan suci Ramadhan," kata Warga Balai Selasa, Syamsimar di Painan, Sabtu.
        Ia menambahkan sebelum malamang, mereka berdiskusi terkait proses malamang yang akan dilakukan.
        "Malamang tidak gampang, selain itu sangat perlu bahan pembungkus serta bahan bakarnya," ujarnya.
        Bahan pembungkus yaitu berupa daun pisang dan bambu, serta bahan bakar berupa kayu bakar yang diperlukan cukup banyak.
        Ia menyampaikan lamang yang dibuat terdiri dari beberapa rasa di antaranya lamang beras ketan hitam, lamang beras ketan putih dan lamang pisang.
        Ia menjelaskan cara pembuatannya yaitu awalnya beras ketan dibersihkan, dikeringkan, lalu masukkan kedalam bambu sepanjang 70 centimeter yang telah dilapisi daun pisang.
        Proses memasak membutuhkan waktu sekitar empat jam menggunakan kayu bakar dengan api sedang. Kalau api terlalu besar akan menyebabkan lamang menjadi hitam.
        Warga Balai Selasa lainnya, Ema juga malamang hari ini.
        "Ini sudah tradisi tiap masuk bulan Ramadhan buat saya. Sudah diniatkan", katanya.
        Ia menjelaskan setelah malamang pada pagi hingga siang hari, nanti akan ada syukuran keluarga pada malam hari serta mengundang tetangga untuk makan lamang bersama-sama.
Pewarta : Risko
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemuda Kubang Sawahlunto selenggarakan pertemuan Kubang Bersatu dan lomba "malamang"
10 January 2022 14:05 WIB, 2022
Malamang dan tambua tasa Tradisi Budaya Padang Pariaman jadi warisan budaya tak benda
16 December 2021 15:40 WIB, 2021
Tradisi Malamang dan Bajamba Memperkuat Pendidikan Karakter di Padangpariaman
13 December 2017 18:00 WIB, 2017
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Cintakan Generasi Cerdas, Masyarakat Pasaman Baru Swadaya Bangun Taman Bacaan-Belajar
21 December 2017 17:05 WIB, 2017