Padang,  (Antara) - Ketua DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Erisman mengatakan SMK 2 setempat sebagai satu-satunya sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menjadi Pilot Project atau percontohan di daerah itu.


         "Kami sangat mengapresiasi UNBK SMK 2 dan ini hendaknya jadi cikal bakal sistem komputerisasi di semua sekolah Kota Padang ke depannya," kata dia saat melakukan kunjungan ke SMK 2 di Padang, Selasa.


         Ia menambahkan UNBK yang dilaksanakan di SMK 2 itu hendaknya menjadi motivaai bagi sekolah lainnya di daerah itu karena selain jadi satu-satunya sekolah menengah yang UN dengan berbasis komputer, juga tidak ada kendala dalam pelaksanaannya.


         "Sistem komputerisasi inilah yang sebenarnya dibutuhkan. Karena baik itu dari pelaksanaan atau pengawasan lebih efektif," ujarnya.


         Kepala SMK 2 Padang, Raymon menyampaikan UNBK 2016 itu diikuti oleh 406 siswa yang pelaksanaannya dibagi atas tiga sesi yakni dimukai pada pukul 07.30 WIB, 10.00 WIB dan 14.00 WIB.


         "Ujian dilaksanakan dengan memanfaatkan lima labor komputer dengan kapasitas masing-masingnya 32 komputer. Jadi sesi satu diikuti 150 siswa, sesi dua 150 siswa dan sesi tiga 106 siswa," jelasnya.


         Menurutnya, walaupun UNBK adalah suatu sistem baru, namun siswa tidak lagi canggung karena telah diberi info terus menerus termasuk try out tiga kali yakni perkenalan sistem, kisi-kisi dan gladi resik seperti ujian sesungguhnya.


         Hingga pelaksanaan ujian hari kedua pada Selasa, tidak ada kendala jaringan karena didukung penuh oleh Telkomsel. Selain itu, PLN juga turut membantu dengan menyediakan genset berkapasitas 60 kVA serta empat petugas yang bersiaga.


         Terkait ujian sistem komputerisasi itu, setiap soal masing-masing siswa dijamin tidak sama, apalagi yang berbeda sesi ujian. Untuk melakukan pemantauan terhadap kelangsungan ujian, pihak sekolah serta Ombudsman menggunakan CCTV untuk mengatasi terjadinya kecurangan.


         Salah seorang siswa SMK 2 Padang, Intan mengatakan UNBK dinilai lebih mudah dan praktis karena peserta ujian tidak perlu lagi membulat-bulatkan jawaban dengan pensil secara manual seperti biasanya.


         "Hingga saat ini tidak ada kendala berarti karena telah ada sosialisasi sejak jauh-jauh hari," katanya.


         Selain itu, pada Selasa, Erisman juga melakukan kunjungan ke SMA 1 Padang dan berharap UNBK bisa diterapkan pada tahun berikutnya.


         Ia mengatakan memang untuk biaya awal pengadaan komputer cukup besar, namun untuk berikutnya hanya butuh biaya perawatan saja. Pihak sekolah bisa mengajukan proposal nantinya untul pengadaan itu.


         Kepala SMA 1 Padang, Nukman mengatakan jumlah siswa yang ikut UN 2016 di sekolah itu sebanyak 273 orang dan seluruhnya dalam keadaan sehat. Ujian juga berjalan lancar termasuk pendistribusian soal aman.


         "Yang terdaftar memang 274 siswa, namun satu orang meninggal pada Desember 2015," ujarnya.


         Ia berharap selama UN berlangsung, integritas tetap bisa terjaga karena siswa telah dimotivasi dan dipersiapkan sejak kelas satu untuk percaya pada kemampuan sendiri.


         "Sejak awal setiap ketidakjujuran dalam ujian diberikan sanksi bertingkat yakni ringan, sedang dan berat. Jadi mental mereka telah dibentuk dari awal," jelasnya.


         Terkait wacana UNBK untuk pelaksanaan ujian tahun berikutnya, ia mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan tiga ruang baru untuk komputer dan diharapkan dapat segera selesai.


         Asisten Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi menyampaikan terkait adanya pihak tidak bertanggung jawab yang diduga ingin mengganggu pelaksanaan UN di Padang akan disampaikan pada semua pihak setelah UN selesai.


         Menurutnya, memang ada beberapa dugaan termasuk penyebaran kunci jawaban. Namun diumumkan nanti saja, kalau sekarang ditakutkan mengganggu kekondusifan pelaksanaan UN. (*)