Painan, (Antara) - Peserta ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tahun 2016 tercatat sebanyak 7.897 siswa.


         Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Zulkifli, di Painan, Jumat, mengatakan UN tingkat SMA tahun ini akan dilaksanakan serentak secara nasional, pada 4 hingga 7 April 2016.


         Sebanyak 7.897 siswa tersebut terdiri dari SMA sebanyak 4.599 siswa, Madrasyah Aliyah (MA) sebanyak 754 siswa, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 1.793 siswa dan Paket C sebanyak 751 siswa.


         Guru yang akan bertugas sebagai pengawas pada masing-masing sekolah pelaksana adalah sebanyak 2 orang per lokal. Mereka (pengawas) terdiri dari guru-guru yang mengajar di sekolah negeri dan swasta dari sekolah yang berbeda.


         "Seperti UN sebelumnya, sistem pengawasan yang akan dilakukan pada UN SMA 2016 adalah sistem silang. Seperti halnya guru pada sekolah A akan bertugas pengawas UN pada sekolah C, D atau sekolah lainnya. Begitu juga bagi sekolah C, B atau D akan mengawasi sekolah yang bukan tempat mereka (guru) mengajar, " katanya.


         Selain para guru, pengawas UN 2016 juga akan dilakukan oleh tenaga pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten dan tim lainnya, sehingga UN 2016 berjalan sesuai dengan harapan yakni tamatan SLTA berkualitas.


         Sementara untuk pengamanan UN, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Pesisir Selatan.     

    "Pada hari pertama, Senin (4/4) Ujian Nasional tingkat SMA akan dimulai dengan mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, " katanya.


         Kepala Satuan (Kasat) Intel Polres Pesisir Selatan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suhendriyatno mengatakan, pengawalan UN oleh kepolisian telah dimulai dari pendistribusian soal ujian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten setempat hingga tempat penyimpanan sementara di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) yang ada di kabupaten setempat.


         "Pihak kepolisian juga akan melakukan pengawalan soal UN dari Mapolsek ke sekolah pelaksana UN di seluruh kecamatan. Sementara pendistribusian soal UN ke Mapolsek telah dimulai sejak Kamis (31/3)," katanya. (*)