Padang, (Antara) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat berjanji terbuka kepada media massa terkait temuan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumbar di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A  Muara Kota Padang.


         "Dalam razia pada Rabu (16/3) malam itu, BNNP Sumbar menemukan satu paket kecil sabu-sabu, timbangan digital, alat isap sabu-sabu, uang tunai Rp664 ribu, puluhan telepon genggam dan senjata tajam," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumbar Ansharuddin, di Padang, Kamis.


         Dia menyatakan, barang-barang yang ditemukan itu seharusnya tidak ada di dalam lapas, namun BNNP Sumbar berhasil menemukannya, karena itu pihaknya akan segera melakukan penyelidikan dan hasilnya akan diberitahukan ke media massa.


         "Tidak ada yang akan ditutupi apa pun hasilnya akan kami informasikan ke media massa, mudah-mudahan dalam seminggu ke depan hasilnya sudah ada," ujarnya pula.


         Pihaknya mengapresiasi langkah BNNP Sumbar melakukan razia ke Lapas Muara Kelas II A Muara Kota Padang, dan pihaknya mendukung apabila ke depan BNNP kembali melakukan razia di lapas lainnya di Sumbar.


         "Kami dukung, apalagi pemberantasan narkoba sudah menjadi instruksi langsung Presiden Jokowi," katanya lagi.


         Terkait ditemukan barang-barang yang tidak seharusnya berada di dalam lapas itu, pihaknya mengaku adanya sistem keamanan yang lemah.


         "Nanti dalam penyelidikan apabila ditemukan kesengajaan yang dilakukan petugas lapas dan mengarah ke tindak pidana, maka akan kami serahkan ke kepolisian," katanya lagi.


         Setelah adanya temuan BNNP, ia menegaskan agar jajarannya menjadikan hal itu sebagai pelajaran dan ke depan lebih maksimal dalam melaksanakan tugas.


         Kepala Lapas Muara Kelas II A Muara Kota Padang Destri Sjam mengatakan penyebab sistem keamanan melemah, karena lapas kelebihan kapasitas dan keterbatasan personel jaga.


         "Lapas Muara ini sudah kelebihan kapasitas, normalnya 427 narapidana namun sekarang hingga 1.004 narapidana, dan idealnya personel yang berjaga 80 personel per regu namun sekarang hanya 40 personel per regu" kata dia lagi. (*)