Jakarta, (AntaraSumbar) - Pengamat Intelijen Wawan Purwanto mengusulkan agar Badan Intelijen Negara (BIN) mendatang mampu mengatasi tantangan intelijen yang bersumber dari dalam negeri maupun asing seperti di persoalan perbatasan, terorisme, propaganda asing, serta persoalan ekonomi.


"Kepala BIN adalah jabatan yang sangat strategis. Salah satu tugas BIN adalah memberikan masukan kepada Presiden perihal persoalan epoleksusbud hankam (ekonomi, politik, sosial, budaya, serta pertahanan, dan keamanan)," kata Wawan Purwanto, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.


Menurut  Wawan, dengan masukan dari BIN sehingga Presiden tidak keliru ketika akan membuat kebijakan.


Wawan menjelaskan, Sutiyoso adalah figur yang mumpuni sebagai calon Kepala BIN.


"Sutiyoso memiliki karir di militer, pemerintahan, dan partai politik, serta memiliki jiwa kepemimpinan," katanya.


Pada kesempatan tersebut, ia mengimbau, agar publik tidak lagi mempersoalkan penyerangan orang tidak dikenal ke kantor DPP PDI pada Juli 1997 atau dikenal dengan kasus kudatuli.


Menurut dia, persoalan kudatuli sudah beberapa kali dilakukan penyelesaian, baik secara hukum maupun kekeluargaan.


"Hal ini bukan menjadi pertimbangan bagi DPR untuk menghalangi," katanya.


Ia menambahkan, persoalan kudatuli sudah selesai sehingga kalau terus-menerus dipersoalkan maka tidak akan selesai.


"Kalau Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, sudah tidak mempersoalkan, kenapa bawahannya masih mempersoalkan," katanya.


Wawan menegaskan, agar masyarakat melihat pergantian kepala BIN secara universal dari perspektif nasional.


Ketika ditanya soal usia Sutiyoso yang sudah melampaui 70 tahun, menurut dia, di China banyak jenderal purnawirawan yang usianya lebih dari 70 tahun masih aktif di pemerintahan.


"Usia Pak Jusuf Kalla lebih tua daripada Sutiyoso, tapi masih aktif di pemerintahan," katanya.


Wawan juga menjelaskan, BIN adalah lembaga yang infrastruktur dan sistemnya sudah berjalan baik, ibarat roda menggigit yang berjalan sistematis.


Menurut dia, Presiden Joko Widodo menunjuk Sutiyoso karena melihat kepemimpinannya.


DPR RI menjadwalkan, akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kepala BIN, Sutiyoso, pada pekan depan. (*)