Padang, (Antara) - Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat (sumbar) memperkenalkan program studi Pascasarjana baru yakni Pembangunan Perumahan dan Permukiman.
"Prodi ini tergolong baru di Indonesia dan Unand menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki jurusan tersebut," kata Ketua Prodi Pascasarjana Pembangunan Perumahan dan Permukiman Unand Yossyafra, di Padang, Senin.
Dia menyebutkan prodi ini lahir dan mulai menerima mahasiswa program magister pada 2014 lalu.
Adapun latar belakang pendirian prodi ini katanya, karena semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat serta pemerintah dalam pengaturan dan pengelolaan permukiman yang ada di Indonesia.
Dengan adanya prodi ini kata dia, bagi orang yang ingin dan telah berkecimpung dalam bidang tersebut dapat menjadi jalan pembukaan pengetahuan yang lebih spesifik.
Setidaknya masyarakat dapat mendapat solusi yang tepat saat terjun menangani pembangunan suatu permukiman, imbuhnya.
"Untuk lebih mengenalkan prodi baru ini, kami telah mengadakan seminar nasional yang bertujuan untuk mencarikan solusi bagi pembangunan permukiman di Indonesia," kata Yossyafra.
Dalam seminar tersebut katanya, mengundang pimpinan daerah, praktisi perumahan, hingga ketua Master Plan Percepatan Pembangunan Indonesia (MP3EI), serta mahasiswa Pascasarjana.
Kesemua orang yeng berkecimpung dalam bidang Permukiman tersebut, kata dia bersama melakukan perumusan solusi atas isu dan masalah yang terjadi tentang perumahan Indonesia.
Seminar ini juga katanya, menjadi tanda awal bahwa Unand sudah siap menjadi pionir pengembangan pendidikan bidang pembangunan perumahan dan permukiman, di Indonesia.
Sementara itu Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan bahwa Permasalahan perumahan dan permukiman di wilayah Sumbar tidak sekompleks di daerah lain.
Menurutnya budaya Minang yang mengutamakan kepemilikan rumah untuk bersama dalam satu keluarga menjadi suatu hak yang tidak bisa diganggu gugat.
Sehingga dengan begitu katanya, tidak ada permasalahan yang kompleks dalam pembangunan rumah.
Meskipun begitu ujarnya, adanya suatu institusi yang mau mengembangkan bidang perumahan ini merupakan suatu kemajuan.
Sebab ilmu tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan pembangunan perumahan lain.
Seperti perumahan griya dan lain sebagainya, ucapnya.(*)