PGRI Minta Penerapan Kurikulum Ganda Dihentikan
Kamis, 9 April 2015 13:20 WIB
Jakarta, (Antara) - Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghentikan kebijakan standar ganda karena dapat menimbulkan diskriminasi antarsekolah.
"Ya diskriminasi kalau dibiarkan berlarut-larut menggunakan kurikulum ganda seperti sekarang ini," ujar Sulistyo di Jakarta, Kamis.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan melakukan moratorium pelaksanaan Kurikulum 2013.
Sekitar 15.000 sekolah menerapkan Kurikulum 2013, sementara sisanya kembali ke kurikulum 2006.
"Sebagian menggunakan kurikulum baru, sebagian lagi menggunakan kurikulum lama. Tentunya akan menimbulkan kecemburuan."
Menurut Sulistyo, kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman adalah Kurikulum 2013.
Mendikbud Anies Baswedan mengatakan Kurikulum 2013 akan dilaksanakan secara bertahap.
Anies menambahkan Kemdikbud tidak ingin mengubah kurikulum namun pelaksanaannya dilakukan bertahap.
Kemdikbud tidak mau mengulangi pelajaran pahit masa lalu, yang mana penerapan Kurikulum 2013 dilakukan serentak dan terkesan dipaksakan.
"Guru-gurunya harus dilatih, sehingga begitu kurikulumnya berganti, di lapangan tidak terjadi masalah," kata Anies. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadiri halalbi halal dan penyerahan sertipikat tanah wakaf PCNU Indramayu, Menteri Nusron minta NU berikan kebermanfaatan bagi masyarakat
29 April 2026 10:24 WIB
Pemkot Pariaman minta dukungan BNPB perkuat mitigasi bencana dan percepat pemulihan
28 April 2026 17:22 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Siswa di Mosul Irak Berjuang Lanjutkan Pendidikan di Tengah Ancaman IS
06 January 2018 9:33 WIB, 2018
Tempatkan Instruktur Pejabat, Pemkab "Keroyok" Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan
30 December 2017 10:41 WIB, 2017
Sekda Agam Panggil Kepala SMKN2 Terkait Penerapan Sanksi Ujian di Lapangan
07 December 2017 21:08 WIB, 2017