Pengamat: SBY Tinggalkan Panggung Secara Bermartabat
Kamis, 16 Oktober 2014 18:23 WIB
Jakarta, (Antara) - Pengamat urusan luar negeri dari Universitas Padjajaran Bandung Teuku Rezasyah mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan panggung kepresidenan secara bermartabat karena memberikan warisan yang baik kepada Indonesia.
"SBY memang memberikan bonus pada Indonesia. Bonus itu berupa pembangunan terencana, kepemimpinan elite dan nasional terstruktur dan politik luar negeri yang tidak membuat kaget negara tetangga (santun)," ujar Teuku Rezasyah dalam Diskusi "Dinamika Politik Luar Negeri" di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, citra Indonesia di dunia bersahabat dan mempunyai posisi setara dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Tionghoa, Rusia, Inggris, India maupun Uni Eropa.
"Indonesia di dunia itu setara kita membangun kerjasama strategis baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik," ujar dia.
Selain itu, lanjutnya, SBY merupakan inisiator "Bali Democracy Forum" (BDF). Di dalam forum tersebut tiap kepala negara berbicara mengenai pengelolaan demokrasi di negaranya masing-masing.
"SBY ini bisa menjadi konsultan untuk menyelesaikan krisis regional maupun bilateral di negara-negara yang membutuhkannya," kata dia.
Terkait kritik terhadap pemerintahan SBY, ia mengatakan memang banyak orang memiliki pandangan macam-macam, tapi jangan sampai kritik tersebut tidak komprehensif.
"Saya inginkan kritik itu tidak membabi buta dan tidak asal-asalan. Kalau mengkritik kita harus melihat kinerja SBY secara komprehensif," ujar dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengatakan Indonesia dilihat menjadi suri tauladan dalam demokrasi dan ikut serta dalam membuat keputusan ekonomi dunia.
"Kita menginisiasi forum komunikasi antar pemimpin dunia terkait demokrasi, yaitu BDF, Indonesia juga menjadi bagian dalam G-20, dan kita menjadi pemimpin kawasan Asia Tenggara," kata dia.
Karena itu kalau ada negara-negara yang memperhitungkan kawasan Asia Tenggara maka mereka menggandeng Indonesia.
"Jadi kalau ada negara yang ingin menggandeng kawasan Asia Tenggara ya menggandeng Indonesia. Inilah yang menjadi Prestasi SBY," ujar dia. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SBY dan tamu undangan mulai tiba di Gedung Nusantara hadiri pelantikan
20 October 2024 8:37 WIB, 2024
SBY pamit ke Jokowi dapat amanah jadi Penasihat Khusus Basmi Malaria
21 September 2024 12:54 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018