Pasek: RAPBN 2015 Membengkak untuk Pelayanan Publik
Minggu, 21 September 2014 5:55 WIB
Jakarta, (Antara) - Politisi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengatakan volume RAPBN 2015 membengkak karena dialokasikan untuk peningkatan pelayanan publik dan bukan merupakan potensi korupsi di kementerian tertentu.
"Mendingan membengkak dalam sektor kebutuhan rakyat, daripada meningkat pada anggaran-anggaran birokrasi," kata Gede Pasek Suardika yang biasa mencantumkan inisial GPS, di Jakarta, Sabtu.
GPS mengatakan, pemerintahan ke depan akan memangkas anggaran-anggaran yang memboroskan. Biaya perjalanan dinas kementerian dan anggaran rapat kementerian serta lembaga yang jumlahnya mencapai Rp33 triliun juga akan dipangkas.
Lebih jauh, kata Pasek, kelebihan dari anggaran-anggaran tersebut akan didorong ke sektor fasilitas umum dan pelayanan publik.
"Itu kan anggaran yang kami rancang, yang nanti kita bahas bersama, tapi plot-plot anggarannya difokuskan untuk pelayanan publik," kata anggota Komisi IX DPR RI tersebut.
Ia menambahkan, naiknya anggaran di kementerian tertentu berarti pemerintah ingin fokus pada perencanaan pembangunan di kementerian tersebut. Ia bahkan menyebut RABN 2015 merupakan anggaran yang pro rakyat.
"Anggaran kesehatan naik, berarti pemerintahan ke depan akan lebih fokus untuk perbaikan kesehatan, kan ada program Indonesia Sehat" katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Solok Selatan pastikan program berjalan ditengah ruang fiskal makin sempit
29 September 2025 12:03 WIB
Presiden Prabowo jadikan pertahanan prioritas dalam RAPBN 2026, ini sasarannya
15 August 2025 18:44 WIB
Pidato lengkap Presiden Jokowi terkait RUU APBN 2025 dan Nota Keuangan
16 August 2024 15:19 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018