DJP Gandeng Polri Amankan Penerimaan Pajak
Senin, 18 Agustus 2014 13:13 WIB
Jakarta, (Antara) - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menggandeng pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk berkoordinasi mengamankan penerimaan pajak 2014 agar lebih komprehensif.
"Terdapat dua manfaat dari koordinasi ini, pertama kami akan meningkatkan sinergi antara DJP dan Polri dan kedua kami juga melakukan silaturahim antara kantor wilayah DJP dan kepolisian daerah," ujar Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany di Jakarta, Senin.
Fuad mengatakan, tujuan kerja sama antara kedua instansi tersebut adalah untuk meningkatkan jumlah kepatuhan bayar pajak bagi wajib pajak yang sudah mampu membayar pajak, namun belum terdaftar dan wajib pajak yang sudah terdaftar namun belum membayar pajak.
Selain itu, lanjutnya, kerja sama tersebut juga berupaya mengajak seluruh instansi pemerintah untuk memperhatikan masalah perpajakan yang kerap berkaitan dengan izin usaha yang diberikan pemerintah.
"Jangan dilihat, kalau kami menggandeng Polri, kami ingin menakut-nakuti. Hal ini sebetulnya biasa terjadi. Kalau dilihat di luar negeri, sudah selayaknya pegawai pajak itu didampingi oleh kepolisian," ujar Fuad.
Sementara itu, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Suhardi Alius mengatakan, penerimaan pajak adalah hal yang perlu diamankan, karena berkaitan dengan kepentingan membangun bangsa dan negara.
Suhardi menambahkan, pihaknya akan memberi pendampingan terhadap pegawai pajak dan menindaklanjuti wajib pajak yang mangkir dari pembayaran pajak.
"Banyak sekali wajib pajak yang memakai modus melaporkan pegawai pajaknya. Kami akan menindaklanjuti hal tersebut. Para pegawai pajak juga perlu dilindungi agar pekerjaannya memungut pajak tidak terganggu," ujar Suhardi.
Menurutnya, tindakan Polri terhadap pendampingan tersebut akan diawali dari data yang diberikan DJP, kemudian apabila terjadi penyimpangan, maka pihaknya akan memproses dengan tahap akhir pidana.
"Kalau ada penyimpangan, akan kami tindak. Jadi, dengan kerja sama ini, kami akan mengamankan sektor pajak yang belum maksimal penerimaannya," ujar Suhardi.
Diketahui bahwa kerja sama tersebut juga dalam rangka pencapaian target penerimaan pajak 2014 sebesar Rp1.072,38 triliun, yang dinilai berat dan memerlukan strategi untuk mengumpulkannya.
Koordinasi ini juga merupakan sarana untuk menyegarkan kembali apa yang tertuang dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) di antara DJP dan Polri yang pernah dilakukan sebelumnya. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mendagri bakal gandeng Kementerian terkait untuk percepatan pemulihan pasca bencana di Tanah Datar
09 January 2026 20:01 WIB
Laznas Darunnajah gandeng Pesantren di Jabodetabek bantu korban bencana Sumatra
25 December 2025 20:32 WIB
Pastikan pelayanan bersih, Kementerian ATR/BPN gandeng KPK dalam proses perbaikan sistem layanan pertanahan
18 December 2025 12:23 WIB
Dinkes Sawahlunto gandeng SPH edukasi pelajar hadapi risiko gangguan mental
26 November 2025 4:16 WIB
Gandeng KPK, Kementerian ATR/BPN perkuat jajarannya dalam pencegahan korupsi dan perilaku "misconduct" dalam layanan pertanahan dan tata ruang
15 November 2025 15:11 WIB
Pemkot Padang gandeng BPKP Sumbar kendalikan gratifikasi dan cegah korupsi
28 October 2025 21:06 WIB
Pendaftaran tanah wakaf meningkat signifikan, Menteri Nusron: Gandeng kepala KUA dan kekuatan masyarakat
23 October 2025 14:03 WIB