Jakarta (Antara) - Seberapa jauh Chile dapat melangkah pada Piala Dunia 2014 akan bergantung pada bagaimana mereka tampil saat melawan juara dunia Spanyol serta runner up Piala Dunia 2010 Belanda, yang bersama Australia akan menjadi rival mereka di Grup B. Sejumlah mantan pemain dan pengamat meyakini ini merupakan tim terkuat yang pernah dimiliki Chile, yang berpeluang mengulangi pencapaian tim 1962 yang melaju sampai semifinal Piala Dunia saat negara itu bertindak sebagai tuan rumah. Dengan diperkuat pemain-pemain papan atas seperti Arturo Vidal dan Alexis Sanchez, serta taktik permainan yang jarang terdeteksi oleh tim-tim lain, Chile dapat memberikan sejumlah kejutan. Meski demikian, dengan fakta bahwa Chile berada di grup sulit yang dihuni Spanyol dan Belanda, maka lolos dari fase grup akan menjadi suatu pekerjaan berat. Hal ini diakui oleh presiden Asosiasi Sepak Bola Nasional Chile (ANFP) Sergio Jadue, yang bersikap realistis saat ditanyai peluang kesebelasan negaranya. "Chile berada di grup yang sulit, yang dihuni juara bertahan Piala Dunia," kata Jadue kepada Reuters. "Tujuannya adalah melaju ke putaran kedua dan melaju sejauh mungkin, namun saya akan senang jika tim tampil bagus di Piala Dunia yang berarti pekerjaan bagus telah dilakukan, jika Chile melakukan impresi yang bagus dengan sepak bolanya." Chile lolos ke Brazil dengan menghuni peringkat ketiga kualifikasi Amerika Selatan, di bawah Argentina dan Kolombia, dan penampilan gemilang pada fase akhir kualifikasi telah membuat mereka menjadi salah satu tim yang dihormati dan ditakuti oleh tim-tim lain, terlebih ketika Vidal, Sanchez, dan Eduardo Vargas sedang berada dalam penampilan terbaiknya. Tim berjuluk La Roja (Si Merah) ini meraih sembilan kemenangan dari 14 pertandingan pada 2013, dan hanya kalah dua kali yakni saat melawan Peru di kualifikasi dan dari Brazil pada pertandingan persahabatan. Di antara kemenangan-kemenangan tersebut, Chile memasukkan Inggris sebagai korban mereka, yang mereka kalahkan dengan skor 2-0 di Stadion Wembley, di mana Sanchez membukukan dua gol. Sedangkan sebagai persiapan untuk Piala Dunia, Chile telah memainkan empat pertandingan pemanasan. Mereka hanya menelan satu kekalahan saat ditaklukkan Jerman 0-1, sedangkan ketiga pertandingan lainnya berakhir dengan kemenangan, yakni saat melawan Kosta Rika (4-0), Mesir (3-2), dan Irlandia Utara (2-0). Hasil-hasil bagus itu membuat banyak warga Chile yang bermimpi timnya akan mampu menembus putaran 16 besar, fase di mana mereka tersingkir pada dua penampilan terakhirnya di Piala Dunia, yakni pada 1998 dan 2010. Namun Brazil berpeluang menghadang jalan Chile pada putaran 16 besar, dan hal itu sama sekali tidak bagus bagi pasukan Jorge Sampaoli. Sang tuan rumah Piala Dunia menang 3-0 atas Chile pada putaran 16 besar di Afrika Selatan, dan memiliki catatan sembilan kemenangan dari 10 pertandingan terakhir melawan Chile. Kemajuan Vidal Kondisi gelandang Juventus Vidal, yang menjalani operasi lutut pada awal Mei, sempat membuat pelatih Sampaoli khawatir salah satu pilar penting timnya itu tidak dapat dibawa ke Brazil. Namun kemajuan yang ditorehkan Vidal membuat pelatih asal Argentina itu berani memainkannya pada pertandingan pemanasan, melawan Irlandia Utara pada Rabu (4/6) silam. Dimainkan sebagai pemain pengganti, Vidal terlibat pada proses terciptanya gol pembuka ketika Chile mengakhiri persiapan Piala Dunianya dengan kemenangan 2-0 di Valparaiso. Sampai sekarang belum jelas apakah Vidal akan dapat dimainkan sejak awal pada pertandingan pembuka Chile di Brazil, melawan Australia pada 13 Juni, namun Sampaoli senang dengan kemajuan pemain 27 tahun itu. "Keputusan untuk memainkannya disepakati baik oleh tim medis dan Arturo. Penting bagi dia untuk mendapatkan menit bermain dan kami mendapat peluang untuk melihatnya lagi," kata Sampaoli. "Arturo menjalani waktu pemulihan yang sangat cepat dan ia datang ketika kami membutuhkannya, terima kasih untuk ketangguhannya. Ia selalu ingin memainkan pertandingan ini, dan meski kami memiliki sejumlah keraguan, ia menuntaskannya." Lini belakang yang rapuh Saat Chile memiliki kualitas cukup baik untuk sektor serangan, Sampaoli memiliki pekerjaan berat di lini belakang, yang kerap terlihat rapuh dan tidak stabil saat berhadapan dengan tim-tim besar. Ketika kiper Claudio Bravo dipastikan akan menjadi kiper pilihan pertama, rapuhnya barisan pertahanan merupakan suatu hal yang harus dibenahi Sampaoli jika ia ingin membawa Chile ke fase yang lebih jauh. Di lini tengah, Eugenio Mega merupakan pemain reguler, dan Vidal bersama penyerang Barcelona merupakan simbol tim. Sedangkan di depan, Chile diperkirakan akan tampil tanpa pemain bertipe nomor sembilan klasik dan Sampaoli dapat menggunakan Jorge Valdivia atau Mauricio Pinilla untuk mengisi posisi penyerang tengah. Berikut ini susunan pemain Chile: Penjaga gawang - Claudio Bravo (Real Sociedad), Johnny Herrera (Universidad de Chile), Cristopher Toselli (Universidad Catolica) Belakang - Gary Medel (Cardiff City), Gonzalo Jara (Nottingham Forest), Jose Rojas (Universidad de Chile), Eugenio Mena (Santos), Mauricio Isla (Juventus). Tengah - Jorge Valdivia (Palmeiras), Felipe Gutierrez (Twente), Jose Pedro Fuenzalida (Colo Colo), Francisco Silva (Osasuna), Arturo Vidal (Juventus), Charles Aranguiz (Internacional), Marcelo Diaz (Basel), Carlos Carmona (Atalanta), Miiko Albornoz (Malmo). Depan - Alexis Sanchez (Barcelona), Esteban Paredes (Colo Colo), Eduardo Vargas (Valencia), Jean Beausejour (Wigan Athletic), Mauricio Pinilla (Cagliari), Fabian Orellana (Celta). (*/sun)