
Jelang Ramadhan, Pengiriman Motor dari Bekasi Ramai

Bekasi, (Antara) - Sejumlah perusahaan jasa pengiriman/ekspedisi barang di sekitar Stasiun Kota Bekasi, Jawa Barat, menjelang Ramadhan 1435 Hijriah ini mulai ramai dimanfaatkan warga untuk mengirim berbagai barang, terutama sepeda motor. "Paling banyak sepeda motor yang dikirim ke sejumlah kampung tujuan konsumen," kata pengusaha jasa ekspedisi PT Lintas Perdana Nusantara, Diding (30), di Bekasi, Sabtu. Jasa ekspedisi barang dengan memanfaatkan kereta api di Stasiun Kota Bekasi, Jalan Ir H Djuanda, Bekasi Timur itu mulai ramai dimanfaatkan warga sejak sepekan terakhir, atau setelah berlakunya musim libur. Puluhan motor nampak sudah dikemas menggunakan kardus yang diikat sutas tali pada seluruh bagian kendaraan dan telah siap diangkut ke sejumlah lokasi tujuan konsumen. "Yang paling banyak kiriman itu biasanya ke Yogjakarta, Lamongan, dan Surabaya. Ada juga yang ke luar pulau sampai ke Denpasar Bali," ujarnya. Menurut dia, lonjakan konsumen kali ini terbilang cukup signifikan, hingga di atas 20 unit sepeda motor per hari, dari kondisi normal 10-15 kendaraan per hari. "Bahkan sesuai pengalaman tahun sebelumnya, jumlah motor yang kita kirim bisa sampai lebih dari 30 unit per hari pada saat mendekati Lebaran," katanya. Adapun tarif yang dibebankan kepada konsumen untuk keperluan tersebut, kata dia, bervariasi tergantung jarak, jenis sepeda motor, dan lokasi yang dituju. "Tarif pengirimannya mulai dari Rp300 ribu sampai Rp550 ribu per motor, dan biaya paling mahal sejauh ini adalah tujuan Bali yaitu sekitar Rp800 ribu," katanya. Syarat lain yang wajib dipenuhi konsumen dalam mengirim sepeda motornya adalah menyerahkan fotocopy STNK dan tabung bensin harus dalam keadaan kosong. "STNK kita butuhkan sebagai legalitas pengiriman. Sementara tanki kosong untuk keamanan," katanya. Lamanya pengiriman barang, kata dia, akan memakan waktu dua sampai tiga hari hingga sampai ke lokasi tujuan. "Motor yang sudah sampai di kota tujuan kami tempatkan di kantor masing di masing-masing stasiun. Setelah itu pemilik bisa langsung mengambil motornya," demikian Diding. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
