
Menko: "Ground Breaking" PLTP Sarulla Juni 2014

Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan pemasangan tiang pancang pertama (ground breaking) pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla, Sumatera Utara senilai 1,5 milliar dollar AS, dapat dilaksanakan pada Juni 2014. Chairul usai dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), di Jakarta, Rabu, mengatakan kesiapan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia itu akan segera dilaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kita sudah sampai financial closing dan diharapkan segera beroperasi," ujarnya. Dia mengharapkan proyek yang mengandalkan energi terbarukan ini dapat segera menanggulangi krisis listrik yang terjadi di Sumatera. Dari hasil rapatnya dengan Wakil Presiden Boediono, Rabu, dia mengakui jumlah kapasitas listrik yang terpasang secara nasional memang tidak akan mencukupi. Chairul mengatakan, kapasitas listrik mencukupi baru untuk wilayah Pulau Jawa saja. Namun, dalam beberapa tahun mendatang, dia memperikarakan kapasitas listrik yang tersedia tidak akan mampu memenuhi konsumsi listrik secara nasional. "Maka itu kita harus buat terobosan untuk masalah kelistrikan," ujarnya. Selain kapasitas listrik, Chairul mengakui kendala juga terdapat dalam distribusi listrik karena infrastruktur yang tidak memadai. Untuk memperbaiki infrastruktur dan kapasitas listrik, Chairul berjanji akan membuat skim investasi yang lebih mudah untuk pengembangan pembangkit listrik. "Masalah kelistrikan ini yang akan saya yang tangani sedemikan mungkin dan saya prioritaskan. Jadi saya mau buat peraturan untuk investasi kelistrikan ini harus terukur dan terstruktur, tidak ada kerumitan lagi," katanya. Sebagai contoh, dia mengatakan pembangunan PLTP Sarulla saja membutuhkan waktu 20 tahun, sejak diwacanakan pada 1993, hingga mencapai tahap "ground breaking" yang dilaksanakan Juni tahun ini. Produksi listrik dari PLTP Sarulla dengan nilai investasi 1,5 miliar dollar AS ini dikerjakan Konsorsium beranggotakan Medco, Ormat International Inc (AS) dan Itochu Corporation serta Electric Power Co. Lokasi proyek ini, menurut informasi dari situs resmi PLN, akan dibangun di dua lokasi yaitu di Silangkitang denga kapasitas sebesar 220 MW dan di Namora sebesar 110 MW ini. Dari produksi yang dikerjakan konsorsium, listrik akan dibeli PLN dengan harga 6,79 cent dollar AS per kWh selama 30 tahun dan akan dialirkan melalui transmisi 150 kV sepanjang 15 kilometer sirkuit (kms) ke Gardu Induk Sarulla milik PLN. Unit Pertama Pembangkit PLTP Sarulla ini ditargetkan beroperasi komersial pada tahun 2016, unit kedua pada 2017, dan unit ketiga pada 2018. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
