
Anggota Parlemen Desak Pembebasan Mantan Marinir AS Ditahan di Iran

Washington, (Antara/AFP) - Anggota parlemen, keluarga dan pendukung lain mantan marinir Amerika Serikat, yang ditahan di Iran, Senin menyerukan pembebasannya menjelang 1.000 hari ia ditawan. Amir Hekmati ditahan pada Agustus 2011, diadili dan dinyatakan bersalah karena menjadi mata-mata CIA (Badan Intelijen Pusat) Amerika Serikat. Ia dijatuhi hukuman mati, tapi kemudian diubah menjadi sepuluh tahun. "Penahanan itu telah 1.000 hari. Saatnya Amir pulang," kata kakak perempuan Hekmati, Sarah, di tempat tidak jauh dari Gedung Putih. Senin depan, Hari Pahlawan di AS, menandakan 1.000 hari Hekmati dalam penjara, kata dia dan penyelenggara lain. Suaranya tersendat-sendat karena menahan tangis, Sarah ,33 tahun mengatakan ayah Hekmati sakit kanker otak dan dikhawatirkan hidupnya tidak akan lama untuk melihat anaknya kembali. Anggota Kongres Dan Kildee, yang memawakil distrik tempat tnggal Hekmati di Michigan, mengatakan ia telah berbicara beberapa kali dengan Presiden Barack Obama dan Menlu John Kerry tentang kasus itu. "Yang penting bahwa Amir mendengar suara-suara kita, bahwa ia tahu semua kita mendukungnya," kata Kildee. Seorang veteran Marinir rekannya Terry Mahoney, ikut bergabung dengan aksi itu. "Lebih banyak orang perlu tahu tentang dia," katanya, yang mengenakan kaos oblong berwarna merah dengan tulisan "Bebaskan Amir." Keluarga Hekmati menegaskan bahwa ia yang memiliki dwikewarganegaraan AS-Iran bukan seorang mata-mata dan ke Iran untuk mengunjungi neneknya di Iran. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
