
Bentrokan Meletus di Dekat Gedung Parlemen Libya

Tripoli, (Antara/AFP) - Bentrokan meletus Minggu di daerah selatan Tripoli, ibu kota Libya, dekat gedung parlemen sementara yang anggota-anggotanya diungsikan, kata beberapa saksi dan seorang anggota parlemen. Mereka mengatakan, bentrokan meletus setelah konvoi kendaraan lapis baja memasuki Tripoli dari jalan bandara dan menuju gedung Kongres Umum Nasional (GNC). Anggota-anggota GNC diungsikan dari bangunan itu setelah orang-orang bersenjata yang berpakaian sipil menyerang gedung tersebut, kata seorang anggota parlemen sementara, yang tidak bisa mengidentifikasi penyerang. Beberapa saksi mengatakan, orang-orang bersenjata itu adalah bagian dari brigade kuat Zintan beranggotakan mantan gerilyawan yang menguasai sejumlah zona di Tripoli selatan sekitar bandara kota itu. Jalan-jalan yang menuju parlemen kemudian ditutup, sementara penduduk Tripoli bergegas pulang. Milisi melancarkan sejumlah serangan terhadap GNC, termasuk pada 2 Maret ketika dua wakil rakyat ditembak dan cedera. Kekerasan terakhir di Tripoli itu terjadi setelah pertempuran mematikan di kota wilayah timur, Benghazi, Jumat, ketika seorang jendral meluncurkan "Tentara Nasional-nya" untuk memerangi militan muslim garis keras. Tidak jelas apakah hal itu ada kaitannya dengan bentrokan di Benghazi yang menewaskan 79 orang. Benghazi adalah tempat lahirnya pemberontakan dukungan NATO yang menggulingkan dan menewaskan Muamar Gaddafi. Setelah pemberontakan 2011 yang menggulingkan pemerintah Muamar Gaddafi, militan di Libya, khususnya di wilayah timur, menyerang aparat keamanan, warga asing, hakim, aktivis politik serta pekerja media, yang menewaskan lebih dari 300 orang. Serangan bom mobil yang ditujukan pada sebuah akademi militer di kota Benghazi, Libya timur, pada 17 Maret, menewaskan sedikitnya tujuh prajurit dan mencederai 12 orang Pada 22 Desember, serangan bom mobil bunuh diri terhadap sebuah pos keamanan 50 kilometer dari Benghazi menewaskan 13 orang. Pada 2 Maret, orang-orang bersenjata menembak mati seorang insinyur Prancis di Benghazi. Pada 24 Februari, tujuh orang Mesir ditemukan tewas akibat penembakan di dekat Benghazi, sementara pada Januari, orang-orang bersenjata menculik lima diplomat Mesir di Tripoli dan menahan mereka selama beberapa jam. Pada 5 Desember, seorang guru Amerika ditembak mati di Benghazi, 15 bulan setelah serangan mematikan terhadap konsulat AS di kota Libya timur itu. Korban tewas adalah seorang warga AS yang mengajar di sekolah internasional di kota itu, kata juru bicara badan keamanan Ibrahim al-Sharaa. Pada hari yang sama, dua prajurit Libya tewas ditembak dalam insiden-insiden terpisah - serangan mematikan terakhir terhadap aparat keamanan dalam beberapa pekan ini. Pihak berwenang menyalahkan kelompok garis keras atas kekerasan di Benghazi. Militan yang terkait dengan Al Qaida menyerang Konsulat AS di Benghazi yang menewaskan Duta Besar AS untuk Libya, Chris Stevens, dan tiga warga lain Amerika pada 11 September 2012. Pemerintah baru Libya hingga kini masih berusaha mengatasi banyaknya individu bersenjata dan milisi yang memperoleh kekuatan selama konflik bersenjata yang menggulingkan Muamar Gaddafi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
