Logo Header Antaranews Sumbar

Sudan Tahan Pemimpin Oposisi Al Mahdi

Minggu, 18 Mei 2014 15:49 WIB
Image Print

Khartoum, (Antara/Reuters) - Pemimpin oposisi Sudan Sadiq al-Mahdi ditahan, Sabtu, atas tuduhan yang dapat menyebabkannya dijatuhi hukuman mati, kata pejabat pemerintah, tindakan yang bisa merusak usaha meredakan ketegangan politik sebelum pemilihan umum pada tahun depan. Al-Mahdi, mantan perdana menteri dalam pemerintah sipil Sudan terpilih terakhir, adalah ketua Partai Umma, partai paling menentng Presiden Omar Hassan al-Bashir, yang menggulingkannya pada 1989. Jaksa publik dalam beberapa hari belakangan ini telah mulai melakukan pemeriksaan meyangkut tuduha-tuduhan ia menghina pasukan keamanan negara atas aksi kekersan di wilayah Darfur yang kacau itu. "Saya berbicara dengan pengacara kakek saya dan mengatakan tuduhan-tuduhan itu menghambat sistem konstitusi dan menghasut kebencian terhadap negara ditambahkan, dan hukuman terhadapnya berkisar seumur hidup di penjara sampai hukuman mati," kata kakek Al-Mahdi Mariam kepada Reuters. Seorang pejabat pemerintah, yang menola kmenyebut namanya, mengonfirmasikan penahanan terhadap al-Mahdi dan kemungkinan ia dihukum dan penyelidikaan terhadapnya akan dimulai Senin. Saat menanggapi penahanan itu, partai Umma membatalkan dialog nasional yang diusulkan presiden, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di kalangan partai-partai politik Sudan menjelang pemilihan parlemen dan presiden yang menurut rencana akan diselenggarakan tahun depan, terutama menyangkut penanganan terhadap Darfur. Belum ditetapkan tanggal pasti bagi perundingan-perundingan itu. Partai itu menyerukan para pendukungnya melakukan protes terhadap penahanan itu. Bashir sedang berusaha memperkuat kekuasaannya dalam menghadapi krisis ekonomi sejak Sudan Selatan melepaskan diri dan merdeka tahun 2011. Sekitar tiga perempat dari hasil minyak negara yang dulu masih satu kini dikuasai Sudan Selatan protes-protes terhadapnya dan aksi kekerasan di Darfur. Ia tetap memangku jabatannya kendatipun terjadi pemberontakan-pemberontakan sporadis, sanksi perdagangan Amerika Seriat, satu usaha kudeta dan tuduha pihak Pengadilan Pidana Internasional karena mendalangi genosida dan kejahatan-kejahatan perang lainnya di Darfur. Staf pribadi al-Mahdi, Mohamed Zaki mengemukakan kepada Reuters, dua perwira keamanan datang ke kantor al-Mahdi, di rumahnya di Khartoum pada pukul 20.45 waktu setempat dan menangkap dia tanpa memberikan alasan. "Partai Umma memutuskan menghentikan dialog dengan Partai Kongres nasional yang kini memerintah, dan menuntut pembebasan Sadiq al-Mahdi," kata Sekjen Umma Sarah Naqdallah kepada wartawan di rumah al-Mahdi. "Dengan menahan Sadiq al-Mahdi pemerintah tidak memenuhi semua janjinya tentang dialog itu."Para diplomat Barat dan sumber-sumber keamanan Sudan memperkirakan ribuan orang tewas dalam bentrokan senjata antara milisi-milisi yang mendukung dan menentang pemerintah di Darfur sejak Maret. Para pemimpin oposisi menuduh pasukan pemerintah menyerang para warga sipil di wilayah itu. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB juga menuduh Khartoum menghambat pasukan pemelihara perdamaian PBB-Uni Afrika yang dikenal dengan nama UNAMID. AS, Maret mengatakan para warga sipil telah "diteror, diusir dan dibunuh" kendatipun kehadiran missi pemelihara perdamaian terbesar dunia. UNAMID digelar sejak 2007. Konflik di Darfur menewaskan sekitar 300.000 orang dan menyebabkan sekitar dua juta orang mengungsi, kata PBB. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026