
Piffval, Wadah Apresiasi Sineas Muda Sumbar

Padang (Antara) - Padang International Film Festival (Piffval) dan Europe On Screen 2014 yang pertama kalinya digelar di Sumatera Barat dan dilangsungkan di kota Padang pada 5-10 serta 15 Mei 2014 diharapkan mampu menjadi apresiasi dan melahirkan sineas muda asal Sumbar. Hafiz Husni, seorang inisiator Piffval di Padang, Selasa, menyatakan, digelarnya Piffval diharapkan menjadi sarana untuk mendukung terwujudnya Padang menjadi salah satu wadah untuk melahirkan sineas muda asal Ranah Minang serta menjadikan Kota Padang bisa berpartisipasi dalam perkembangan film Indonesia. "Keberadaan beberapa komunitas film maupun pembuat film indie yang mulai banyak membuat film perlu diapresiasi dengan memberikan ruang pemutaran film yang mereka ciptakan, ini yang akan kita bahas dalam diskusi nanti," katanya di sela-sela pemutaran film program Europe on Screen 2014 di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Limau Manih Padang. Ia berharap, para sineas muda di Sumbar bisa mendapatkan tempat dalam mengikuti kompetisi film dan bisa melihat berbagai macam film kelas festival dari berbagai sumber sebagai referensi dalam berkarya. "Diharapkan Piffval mampu menjadi suatu acara tahunan ikonik yang bergengsi dan mampu mengangkat citra kreatif kota Padang di mata penggerak kreatif Indonesia, dan internasional," katanya. Dalam Piffval ini, nantinya juga akan digear diskusi bertema "Where Are We Now?" pada 10 Mei 2014 yang bakal dihadiri akademisi, komunitas film, mahasiswa dan sineas Sumatera Barat. "Ini sinergi bersama dalam memperbincangkan kondisi, berbagi ide, pengalaman dalam melihat potensi Sumatera Barat dalam industri perifilman Indonesia," ujarnya. Sementara, Ketua penyelenggara Piffval 2014, Arzeel Hamed, di Padang, Selasa mengatakan, dalam festival ini akan ditampilkan pemutaran film dari beberapa negara Eropa yang bertujuan sebagai bahan referensi bagi pembuat film atau hanya sekedar rekreasi bagi pemburu film bermutu. "Acara pemutaran film dilangsungkan di Universitas Andalas Limau Manih dan Universitas Negeri Padang, Air Tawar bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Sinematografi Universitas Andalas dan Unit Kegiatan Fotografi dan Film UNP," katanya. Dalam kegiatan tersebut akan diputar sejumlah film dari program Europe on Screen 2014 antara lain film dari Spanyol, Austria, Norwegia, Jerman, Hungaria, dan Swiss. Film tersebut bergenre drama, fantasi, biografi, olah raga, komedi, drama romantis, dan drama romantis komedi. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Olof Skoog, mengatakan film-film tersebut tidak hanya ekspresi menakjubkan dari keragaman budaya tetapi tetapi juga cara yang ampuh untuk mengkomunikasikan ide-ide lintas batas. "Film-film ini bukan merupakan hasil perhitungan pasar yang rumit dan tidak pula disertai dengan biaya promosi besa-besaran. Tetapi seperti semua karya yang bagus, film-film ini kemungkinan besar akan meninggalkan jejak yang tetap bertahan terus dan tidak sekedar diingat semalam saja. Sebagian dari film-film ini akan menghibur, lainnya akan memprovokasi," paparnya. (ril)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
