
Sembilan Gerilyawan Tewas Dekat Perbatasan Aljazair-Mali

Aljiers, (Antara/AFP) - Angkatan bersenjata Aljazair menewaskan sembilan gerilyawan bersenjata dekat perbatasan Mali, Senin, kata kementerian pertahanan. "Kelompok gerilyawan sembilan penjahat" tewas setelah bentrokan dengan tentara di daerah perbatasan Taoundert, 80 kilometer (50 mil) barat Tin Zaoutine di Provinsi Tamanrasset, kata kantor berita APS mengutip pernyataan kementerian. Dikatakan bahwa delapan senapan Kalashnikov - tipe otomatis, peralatan teknis peluncur roket RPG-7 dan "sejumlah besar" amunisi disita. Tindakan keras itu dilakukan setelah "penggunaan efektif informasi yang mencurigakan dari gerakan kelompok gerilyawan," kata pernyataan itu. Pada Kamis, Al-Qaida di Maghreb Islam (AQIM) telah mengklaim bertanggung jawab untuk penyergapan April di wilayah bergolak Kabylie, Aljazair, yang menewaskan 11 tentara. Serangan itu adalah yang paling mematikan di militer dalam beberapa tahun terakhir dan terjadi dua hari setelah Presiden Abdelaziz Bouteflika yang sakit itu kembali terpilih kembali untuk masabakti keempat. Pemimpin 77-tahun itu, yang telah memberikan suara dari kursi roda, telah lama dipandang sebagai pemimpin yang membantu memulihkan stabilitas Aljazair, setelah perang saudara yang menghancurkan pada tahun 1990-an. Kekerasan yang berkaitan dengan agama mengguncang Aljazair pada tahun 1990-an, namun telah ditolak dalam beberapa tahun terakhir, meskipun kelompok jihad masih beroperasi di wilayah pegunungan Kabylie. Serangan terbesar sebelumnya dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam pada April 2011, ketika 10 tentara tewas di sebuah pos militer di Azazga, timur daerah ibu kota Tizi Ouzou. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
