
Ormas dan Sayap Partai Golkar Serahkan Rekomendasi

Jakarta, (Antara) - Pimpinan dari organisasi massa (Ormas) dan organisasi saya Partai Golkar menyerahkan tujuh butir rekomendasi hasil pertemuan Ormas dan organisasi sayap kepada Ketua Dewan Perimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung di Jakarta, Sabtu. Pimpinan Ormas dan organisasi saya yang mengunjungi kediaman pribadi Akbar Tandjung untuk menyerahkan rekomendasi antara lain, Ketua Umum MKGR Priyo Budi Santoso, Ketua Satker Ulama Partai Golkar Ali Yahya, dan mantan pengurus Paryai Golkar Mahadi Sinambela. Ketua MKGR, Priyo Budi Santoso, mengatakan, menghadapi pemilu presiden 2014, ormas pendiri dan ormas yang dirikan Partai Golkar serta organisasi sayap partai sudah beberapa kali melakukan pertemuan yang sasarannya agar Partai Golkar meraih hasil gemilang. Dari beberapa kali pertemuan hingga pertemuan di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (2/5) malam, menurut Priyo, menyimpulkan beberapa rekomendasi yang penting sebagai sikap dan langkah yang perlu dilakukan Partai Golkar. Ia menambahkan, rekomendasi tersebut telah disetujui oleh pimpinan dari ormas pendiri dan ormas didirikan Partai Golkar serta organisasi sayap Partai Golkar. "Rekomendasi ini yang perlu didengar oleh keluarga besar Partai Golkar," katanya. Menurut Priyo, rekomendasi tersebut, hari ini disampaikan kepada Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung serta berikutnya akan disampaikan kepada ketua umum dan sekretaris jenderal Partai Golkar. Tujuh butir rekomendasi tersebut, pertama, merujuk dari hasil hitung cepat Ormas dan Sayap Partai Golkar menilai hasil pemilu legislatif 2014 hanya 14,5 persen gagal mencapai target 27% suara, karena itu harus segera dievaluasi. Kedua, mendesak DPP Partai Golkar melibatkan Ormas dan sayap dalam pengambilan kebijakan penting partai. Ketiga, mendesak DPP Partai Golkar melaksanakan Rapimnas VI sehari setelah KPU menetapkan hasil Pemilu 2014. Keempat, mendesak DPP Partai Golkar mengundang DPD II untuk hadir dalam Rapimnas VI sebagai peninjau sesuai amanah AD/ART. Kelima, Ormas dan sayap memandang calon presiden Partai Golkar tetap Aburizal Bakrie sebagaimana keputusan Rapimnas III tahun 2013. Jika terjadi perubahan, kata dia, misalnya akan berubah capres menjadi cawapres, maka harus diputuskan di forum yang sama yakni Rapimnas. Keenam, Ormas dan sayap mendesak perubahan Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) menjadi Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bappilu)sesuai amanah AD/ART. Ketujuh, Ormas dan sayap mendesak forum Rapimnas VI Partai Golkar melakukan evaluasi rekomendasi hasil Munas Partai Golkar di Pekanbaru tahun 2009 untuk melaksanakan Munas Partai Golkar tiap 5 tahun. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
