Logo Header Antaranews Sumbar

Sekjen PBB Kecam Serangan Teror di Mesir

Jumat, 2 Mei 2014 13:31 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengecam serangan teror belum lama ini di Mesir pada Kamis (1/5), dan mengatakan, "Takkan ada pembenaran bagi aksi teror." Pemimpin PBB tersebut mengeluarkan pernyataan itu ketika ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Fahmy, untuk kedua kali sejak mereka bertemu di Brussels, Belgia, pada 2 April. Tersangka kaum fanatik pendukung presiden terguling Mohamed Moursi melancarkan beberapa serangan terhadap instalasi dan staf keamanan selama beberapa bulan belakangan, yang menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan orang lagi. Mereka juga membahas masalah regional yang berkaitan dengan keamanan dan perdamaian internasional. "Mereka membandingkan catatan mengenai Proses Perdamaian Timur Tengah dan masalah Air Sungai Nil serta perkembangan di Suriah dan Libya dan Anti-Penyebaran Senjata Nuklir," kata juru bicara Ban di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat. "Sekretaris Jenderal menyampaikan pentingnya peran kepemimpinan Mesir di wilayah itu." Dalam pembahasan peralihan di Mesir, Ban menekankan "perlunya agar semua hukum mematuhi kewajiban Mesir dalam masalah hak asasi manusia internasional". "Ban juga menyambut baik keputusan Pemerintah Mesir untuk terlibat dalam dialog mengenai rancangan perubahan kerangka hukum guna menangkal terorisme, serta penyusunan hukum baru yang menjadi pelecehan seksual sebagai pelanggaran pidana," kata pernyataan tersebut. Saat mengingatkan mengenai pernyataannya sebelumnya, Sekretaris Jenderal itu menyampaikan kepada Menteri Mesir itu keprihatinan paling kuatnya sehubungan dengan pemberlakuan hukuman mati massal, banyaknya orang yang ditangkap dan vonis berdasarkan hukum baru-baru ini yang mengatur protes, laporan tentang kondisi penjara, serta berlanjutnya penahanan terhadap wartawan. Pada Senin (26/4), satu pengadilan Mesir memvonis mati 683 pendukung Ikhwanul Muslimin karena menyerang dan membunuh polisi tahun lalu, termasuk pemimpinnya Mohamed Badie. Badie dituduh menghasut kerusuhan dan pembunuhan polisi secara sengaja di Kota Kecil AL-Adwa di Provinsi Mesir Hulu, Minya. Ban mengatakan di dalam satu pernyataan ia "sangat terkejut" oleh berita bahwa satu lagi hukuman mati massal telah dijatuhkan di Mesir, yang pertama pada 24 Maret. Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan ia "menyadari dampak keamanan dan regional akibat hukuman semacam itu". (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026