
Tujuh Polisi Tewas Dalam Serangan di Afghanistan

Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Tujuh polisi dan 20 gerilyawan tewas dalam beberapa serangan terpisah di seluruh Afghanistan, kata pihak berwenang pada Kamis. Dalam satu serangan, tiga polisi Afghanistan dan dua gerilyawan tewas dalam satu serangan Taliban terhadap pos pemeriksaan polisi di Kabupaten Dasht-e-Archi di Provinsi Kunduz di Afghanistan Utara, Kamis pagi, kata Gubernur Wilayah itu Hamid Agha kepada Xinhua. Selain itu, seorang pemimpin Taliban lokal yang bernama Mullah Nasim tewas sedangkan seorang gerilyawan dan seorang polisi cedera dalam satu bentrokan di Kabupaten Char Dara, yang berdekatan pada Kamis pagi. Kelompok gerilyawan Taliban, yang telah melancarkan aksi perlawanan sejak rejimnya digulingkan oleh serbuan pimpinan AS pada penghujung 2001, telah meningkatkan serangan pada musim panas dan musim semi, yang dikenal di negara yang dicabik pertempuran tersebut sebagai musim perang. Empat polisi tewas ketika anggota Taliban melancarkan satu serangan terhadap pos pemeriksaan keamanan di Kabupaten Ali Sheer di Provinsi Khost di bagian timur negeri itu pada Rabu malam, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Tiga gerilyawan telah tewas dan satu orang ditangkap selama bentrokan tersebut, kata pemerintah provinsi itu di dalam satu pernyataan. Di tempat lain, 14 gerilyawan telah tewas dalam dua operasi di Provinsi Faryab dan Badakshan di bagian utara negeri tersebut pada Rabu. Lebih dari 2.900 warga sipil tewas dan hampir 5.700 cedera dalam konflik dan dan serangan pimpinan Taliban di negara yang diporak-porandakan perang itu tahun lalu, demikian data resmi pemerintah. Pada Selasa pagi (29), pejabat Kementerian Pertahanan di Kabul mengatakan sebanyak 49 gerilyawan Taliban dan lima prajurit pemerintah tewas setelah serangan besar Taliban di Provinsi Paktiya, Afghanistan Timur. "Lebih dari 500 gerilyawan menyerang militer setelah satu operasi dilancarkan di Provinsi Paktiya. Sebanyak 49 gerilyawan dan lima tentara telah tewas," kata Jenderal Mohammad Zahir Azimi, Juru Bicara Kementerian Pertahanan, di akun Twitternya. Ia menambahkan operasi dilancarkan pada Senin pagi (28/4) dan berakhir pada Selasa pagi waktu setempat. Angkatan Darat Afghanistan juga mengerahkan dukungan pasukan udara dari pasukan koalisi pimpinan NATO. Koalisi tersebut menanggapi serangan itu, katanya. Enam prajurit Angkatan Darat juga cedera dalam bentrokan di provinsi tersebut, 100 kilometer di sebelah selatan Ibu Kota Afghanistan, Kabul, kata Azimi. Masih pada Senin, dua prajurit asing tewas akibat serangan Taliban di Afghanistan Timur, kata pasukan koalisi pimpinan NATO di dalam satu pernyataan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
