Logo Header Antaranews Sumbar

Dubes Uni Eropa akan Bahas Sanksi Baru Bagi Rusia

Sabtu, 26 April 2014 21:40 WIB
Image Print

Brussels, (Antara/AFP) - Duta-duta besar dari negara-negara Uni Eropa (EU) akan melakukan pertemuan di Brussels, Senin, untuk mempertimbangkan penjatuhan sanksi-sanksi baru terhadap Rusia terkait krisis di Ukraina, kata beberapa sumber EU, Sabtu. Para duta besar kedua puluh delapan negara itu "akan bertemu pada Senin 28 April dengan misi untuk mengesahkan daftar tambahan sanksi-sanksi tahap 2," seperti pembekuan aset dan larangan perjalanan, kata seorang pejabat EU yang tidak ingin disebutkan namanya. Daftar sanksi, yang memasukkan 15 orang lagi selain 55 warga Rusia dan Ukraina yang sudah berada dalam daftar hitam EU, itu pada prinsipnya sudah disetujui pada malam perundingan Jenewa 17 April. Perundingan itu sendiri digelar dalam upaya untuk mencari cara menghilangkan konflik. Namun, EU tidak akan menerapkan sanksi dengan segera karena pihaknya tidak ingin menggangu jalannya perundingan perdamaian. Kendati demikian, dengan ketegangan yang memuncak di Ukraina pada hari-hari terakhir ini di tengah kekhawatiran bahwa Rusia akan melakukan serangan, Kelompok Tujuh negara-negara kaya pada Sabtu sepakat untuk menjatuhkan sanksi-sanksi lebih lanjut terhadap Moskow. "Sejalan dengan pernyataan G7 yang dikeluarkan hari ini, kami akan berupaya agar semuanya dapat disahkan sebelum hari berakhir," kata pejabat EU tersebut menyangkut daftar sanksi tambahan. Seorang diplomat EU lainnya yang mengetahui urusan itu mengatakan para menteri negara-negara EU akan diminta bertemu di Brussels jika kelompok berkekuatan 28 negara itu ingin meningkatkan tekanan terhadap Moskow dengan menjatuhkan sanksi ekonomi luas seperti embargo perdagangan, yang disebut dengan tindakan-tindakan "Tahap 3". "Belum ada pertemuan menteri yang dijadwalkan untuk saat ini," kata sumber itu. "Kita akan lihat pada Senin." (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026