
Pemkab Solok Selatan Imbau Warga Rekam Data e-KTP

Padang Aro, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengimbau warga yang belum merekam data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) agar segera melakukannya karena batas waktu perekaman hanya sampai Desember 2012. "Masih banyak warga yang belum melakukan rekam data e-KTP. Kami minta mereka segera melakukannya di kantor camat setempat mengingat batas waktu perekaman e-KTP hanya sampai bulan Desember 2012," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Solok Selatan Doni Hendra di Padang Aro, Selasa. Dia mengungkapkan, warga yang belum melakukan rekam data e-KTP ini karena ketidakpedulian mereka. "Warga yang belum melakukan rekam data ini menganggap saat ini e-KTP ini belum berguna, padahal setelah program nasional ini berakhir, perekam data mulai membayar," sebutnya. Untuk itu, selagi program pemerintah ini masih berlaku, tidak salahnya dimanfaatkan, tukasnya. Selain itu, sebut dia, rentan waktu yang cukup selama proses pembuatan e-KP mulai dari perekaman data hingga dibagikan, bisa dijadikan acuan masyarakat untuk segera melakukan rekam data. "Pembuatan e-KTP, tidak secepat KTP biasa. Untuk itu kami meminta agar warga yang belum merekam data segera merekam," katanya. Apalagi, imbuh dia, pada 2014 nanti akan digelar pesta demokrasi pemilihan legislatif dan kepala daerah yang membutuhkan data pemilih valid. Dia mengatakan, segala upaya sudah dilakukan oleh pemerintah daerah dan sekarang juga diimbau melalui jorong, nagari dan kecamatan agar masyarakat segera melakukan rekam data e-KTP. "Kita juga meminta pihak kecamatan untuk tetap melayani masyarakat yang akan melakukan rekam data e-KTP walaupun target yang ditetapkan sudah tercapai," katanya. Ia menambahkan, upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu mendatangi sekolah tingkat SMA sederajat untuk merekam data e-KTP bagi para pemula. "Perekaman data e-KTP kami mulai bagi siswa SMAN 1 Solok Selatan dilakukan rekam data yang berhasil merekam 23 siswa pada minggu lalu. Setelah itu kami akan lanjutkan ke sekolah yang lain," katanya. (**/rik/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
