
Linda Gumelar Minta Delegasi Singgung Buruh Migran

Jakarta, (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar meminta delegasi Indonesia menyinggung soal buruh migran di Konferensi Tingkat Menteri ke-4 Organisasi Kerja Sama Islam. "Saya juga minta kepada delegasi Indonesia untuk bisa menyinggung sedikit masalah buruh migran yang terkait perdagangan manusia atau human trafficking," kata Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan permintaan itu disampaikan mengingat beberapa negara tujuan buruh migran hadir dalam konferensi tersebut. Menurut Linda, perdagangan manusia terjadi sangat spesifik di Indonesia, korbannya adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berangkat ke negara-negara yang sedang dimoratorium oleh pemerintah. Karena itu para buruh migran berangkat secara ilegal, saat inilah perdagangan manusia terjadi. Terkait buruh migran yang menjadi korban perdagangan manusia, Linda mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi apabila kondisi perekonomian dalam keadaan yang baik. "Pemerintah memang sudah menargetkan dengan berbagai program yang ada bahwa ke depan ini diharapkan tidak lagi mengirim pekerja informal dan pekerja rumah tangga, melainkan ahli di bidang formal," kata Linda. Untuk itu, Pemerintah tengah menggalakkan salah satu program untuk mendukung keahlian Sumber Daya Manusia, misalnya Sekolah Menengah Kejuruan, yang dapat mendidik para siswa untuk memiliki keahlian tertentu selepas sekolah menengah atas. Program-program yang dibuat akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar internasional, sehingga Sumber Daya Manusia akan sesuai dengan lapangan kerja. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
