
Bagir Manan: Ini Dua Alasan Pileg Berjalan Damai

Jakarta, (Antara) - Ketua Dewan Pers Indonesia Bagir Manan mengungkapkan dua alasan mengapa Pileg 2014 dapat berjalan begitu damai dan tertib serta tidak ada gejolak apa-apa. "Kita bersyukur Pileg berjalan begitu damai dan tertib tidak ada gejolak apa-apa, tapi Tapi ini ada beberapa kemungkinan kenapa itu begitu "damai". Pertama memang proses kedewasaan demokrasi berjalan baik," ujar Bagir Manan kepada Antara di Jakarta, Senin. Meskipun demikian, lanjut mantan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia itu, ada juga kemungkinan yang lainnya kenapa Pemilu Legislatif itu damai bahwa orang atau rakyat itu tidak begitu peduli terhadap Pileg. Bukan karena menunjukkan meningkat kesadaran demokrasinya, tapi memang pada ketidakpedulian terhadap pemilu itu sendiri. "Mengapa mereka tidak peduli? pertama, mereka tidak yakin akan ada perubahan, akan serupa dengan yang lalu di mana rakyat tidak mendapat banyak dari anggota DPR artinya meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata dia. Alasan kedua, ia mengatakan, pileg berjalan damai karena rakyat bingung tidak tahu siapa yang harus dipilih karena tidak mengenal calon-calon anggota DPR itu dengan baik. "Ini dibuktikan dengan Golput (Golongan Putih) sekitar 24 persen memang kalau dilihat dari segi 100 persen pemilih, 24 persen itu masih 3/4 pemilih dan itupun belum tentu memilih yang benar, bisa saja mereka hanya coblos-coblos saja," ujar dia. Jadi hal-hal seperti itu perlu diperhatikan, jangan dianggap bahwa damai ini bagus tapi sebetulnya tidak otomatis itu menunjukkan proses pendewasaan demokrasi. Pelaksanaan pemilu legislatif 2014 berjalan damai, lancar, dan tidak ada gangguan keamanan, namun ada beberapa daerah yang harus melakukan pemilu susulan seperti yang terjadi di 36 distrik di Yakuhimo, Papua dan tiga TPS di Kabupaten Sikka, NTT. Hal tersebut terjadi lantaran logistik pemilu yang belum selesai terdistribusikan. Terdapat 506 TPS tersebar di 36 distrik tersebut. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
