Logo Header Antaranews Sumbar

Utusan PBB Desak Rakyat Afghanistan Beri Suara Dalam Pemilu

Kamis, 3 April 2014 07:20 WIB
Image Print

Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Seorang utusan senior PBB di Afghanistan, Rabu, mendesak rakyat negeri itu agar menggunakan hak mereka dalam pemilihan anggota dewan provinsi dan presiden Afghanistan pada Sabtu (5/4). "Saya memiliki harapan, dorongan kepada semua pemilih yang memenuhi syarat agar datang dan memberi suara, memanfaatkan kesempatan baik ini. Suara rakyat yang akan datang ke tempat pemungutan suara takkan ditutup-tutupi, sekali ini kondisi lebih baik, sekali ini mungkin, dan perlu untuk memanfaatkan kesempatan dan datang serta memberi suara," kata Jan Kubis, Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB dan Kepala Misi PBB, kepada wartawan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul. Pejabat senior PBB itu mengatakan, "Ya, mungkin ada kesulitan, dan masalah keamanan, namun semua persiapan bagi suasana secara keseluruhan jauh lebih baik (dibandingkan dengan pemilihan umum terdahulu)." Ia mengatakan lebih dari 230.000 pengamat lokal dan internasional akan memantau pemungutan suara mendatang. Menurut Kubis, Misi PBB takkan memantau pemungutan suara tapi akan menyediakan bantuan teknis bagi Komisi Pemilihan Umum Independen (IEC), demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam. "Saya sangat terdorong untuk melihat bahwa saat ini sudah ada 230.000 petugas calon, petugas partai, pengamat dalam negeri, media dalam negeri, media internasional, dan pengamat internasional yang mendaftarkan diri mereka dan akan hadir di tempat pemungutan suara dan pusat pemungutan suara, di seluruh negeri ini untuk bekerja mencegah kecurangan dan mengecilkan hari siapa saja yang berusaha memanipulasi dan melakukan kecurangan," kaa pejabat senior PBB tersebut. Kelompok gerilyawan Taliban, yang memerangi pemerintah, telah berikrar akan mengganggu proses pemilihan umum itu. Lebih dari 20 juta orang Afghanistan yang memenuhi syarat akan memberi suara untuk memilihan presiden baru dan anggota majelis provinsi baru untuk liam tahun ke depan, kata para pejabat IEC. Sementara itu enam polisi tewas pada hari yang sama dalam pemboman bunuh diri terhadap Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, demikian konfirmasi kementerian tersebut di dalam satu pernytaan. "Seorang pembom bunuh diri yang memakai seragam militer berusaha masuk bersama pengunjung ke gedung Kementerian Dalam Negeri sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Penyerang itu meledakkan jaket bomnya di pintu masuk setelah diidentifikasi. Enam personel Polisi Nasional Afghanistan (ANP) gugur akibat ledakan tersebut," kata kementerian itu di dalam pernyataan tersebut. Pembom bunuh diri itu juga tewas di tempat. Pernyataan singkat tersebut tidak mengungkapkan apakah ada orang yang cedera dalam serangan itu, yang terjadi di bagian tengah Kabul. Beberapa orang, katanya, berbaris untuk masuk ketika ledakan terjadi. Menurut laporan sebelumnya, empat orang menderita luka. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026