Logo Header Antaranews Sumbar

PKS: Perdebatan Terkait Pemilu Abaikan Program

Selasa, 1 April 2014 08:56 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah menyatakan, diskusi dan perdebatan mengenai pemilu telah mengabaikan kinerja atau performance dan program untuk rakyat. Perdebatan ini, menurut dia dalam pernyataan di Jakarta, Selasa, didominasi oleh hasil survei. Jika masyarakat mengikuti skenario ini, dikhawatirkan masyarakat akan terjebak lagi pada pencitraan. "Yang dibahas itu seharusnya rakyat dapat apa. Sekarang untuk hasil survei yang maksimal orang pun kemudian melakukan penggelembungan citra. Padahal kita lima tahun terakhir melakukan kritik terhadap pencitraan dan tebar pesona," katanya. Hal ini, menurut dia, berdampak pada efek citra yang dipersonalisasi oleh individu. Pencitraan pada seorang sosok yang akan dijadikan presiden secara berlebihan akan berdampak juga pada pemilu legislatif. Padahal pemilu legislatif dan pemilu presiden sangat berbeda. Pada pemilu legislatif, masyarakat seharusnya memilih setiap caleg dengan melihat rekam jejaknya dan bukan melihat pada calon presiden yang dicitrakan berlebihan tersebut. "Dulu SBY itu sangat populer dan dampaknya juga pada Partai Demokrat yang menang besar. Ini jangan terulang, kita harus periksa track rekord masing-masing caleg dan bukan hanya berdasarkan citra sang capres," katanya. Sebelumnya masyarakat juga menokohkan Megawati pada pemilu 1999 dan hasilnya juga mengecewakan. Dia mengimbau masyarakat untuk memilih berdasarkan rekam jejak atau track rekord caleg saja dan bukan karena citra capres. "Sekarang kan seolah semua persoalan ditumpukan pada sosok capres," katanya. Dia mengatakan, partai politik sebaiknya tidak "jualan" sosok capres semata. "Jualan" capres seharusnya dilakukan nanti setelah pemilu legislatif. Partai harusnya "menjual" calegnya dalam pemilu legislatif dan setiap caleg harus bisa menyakinkan masyarakat dengan track recordnya. "Jangan karena capresnya populer, lantas masyarakat asal coblos saja, ternyata yang dicoblos rekam jejaknya buruk. Masa kita mau ulangi lagi hal seperti ini," kata Anggota Komisi III DPR ini. Fahri menegaskan bahwa jika masyarakat memilih caleg berdasarkan track rekord, maka PKS dengan kader-kadernya yang mumpuni akan sanggup melampaui target tiga besar. "Kalau tandingnya ide dan reputasi, Insya Allah PKS begitu menyentuh masyarakat. Yang dituntut bukan siapa kamu tapi track rekord, ini akan menjadi sumber kemenangan PKS. Pertemuan kami dengan masyarakat sudah "tune in", ada gelora, ini yang muncul pada histeria kampanye dimana-mana," katanya. "Menjual" sosok capres bagaimanapun, menurut dia, berbiaya besar dan PKS tidak memiliki kapasitas pendanaan yang luar biasa besar untuk melakukan itu "Untuk melakukan pencitraan dibutuhkan dana yang besar sekali. Pencitraan juga akan mendistorsi pemilu legislatif dan menimbulkan efek penipuanpada rakyat. Capres seolah menjadi represantasi anggota DPR. Distorsi ini harus dihentikan karena jika tidak penyesalan lagi yang akan kita rasakan," katanya. Jika "jualan" track rekord, dirinya pun yakin PKS bisa memenangkan hal ini. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026