Logo Header Antaranews Sumbar

Suriah Kutuk Agresi Turki Setelah Jetnya Ditembak Jatuh

Senin, 24 Maret 2014 12:44 WIB
Image Print

Damaskus, (Antara/AFP) - Suriah menuduh Ankara dari melakukan "agresi mencolok" pada Minggu setelah Turki menembak jatuh pesawat perang dekat perbatasan, yang meningkatkan ketegangan para loyalis Suriah dan pemberontak berjuang untuk menguasai penyeberangan perbatasan. Turki, yang mendukung pemberontakan terhadap Presiden Bashar al- Assad, memperingatkan Damaskus terhadap pengujian tekad dan janjinya memberikan respon keras jika pesawat-pesawat tempur Suriah melanggar wilayah udaranya lagi. Ini adalah insiden paling serius sejak pesawat-pesawat tempur Turki September lalu menjatuhkan sebuah helikopter Suriah yang mengatakan bahwa Ankara adalah hanya dua kilometer di dalam wilayah udaranya. Satu sumber militer Suriah mengatakan, Turki menembak jatuh pesawat perang yang "mencolok dalam suatu tindakan agresi yang merupakan bukti dukungan (Perdana Menteri Turki Recep Tayyip)Erdogan terhadap kelompok-kelompok teroris". Pesawat "mengejar kelompok teroris di dalam wilayah Suriah diKasab", kata sumber itu, merujuk pada perbatasan yang disengketakan. Sejak Jumat, tentara Suriah dan pemberontak telah bertempur untuk mengendalikan pos perbatasan Kasab di provinsi barat laut Latakia, kta kubu rezim. Pertempuran itu meletus setelah tiga kelompok jihad, termasuk afiliasi Al-Qaida Suriah Front Al-Nusra mengumumkan peluncuran serangan Selasa di Latakia yang dijuluki "Anfal" atau "rampasan perang". Erdogan dan Presiden Turki Abdullah Gul memuji militer Turki sementara Kementerian Luar Negeri memperingatkan Damaskus "untuk tidak menguji keteguhan Angkatan bersenjata Turki". Ankara telah memberitahu PBB dan NATO, katanya. Menteri Pertahanan Ismet Yilmaz memperingatkan Turki memiliki "kekuatan" dan "kapasitas" untuk melindungi perbatasannya. Erdogan juga memperingatkan Suriah dengan mengatakan: "Respon kami akan berat jika Anda melanggar wilayah udara kami." Militer Turki mengatakan, dua MIG-23S Suriah mendekati wilayah udaranya dan telah memperingatkan "empat kali" agar memutar balik dan memacu jet-jet tempurnya ketika salah satu menolak untuk melakukannya dan melanggar wilayah udara Turki. Satu pernyataan mengatakan pesawat tempur F-16 Turki menembakkan rudal di pesawat, yang jatuh di dalam wilayah Suriah. Turki memperkuat peraturan-peraturannya setelah jatuhnya salah satu pesawat tempurnya oleh pasukan Suriah pada Juni 2012 dan menganggap setiap pendekatan militer di perbatasannya dari Suriah adalah ancaman. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026