
Pangdam : Oknum Prajurit TNI Terlibat Pembakaran Lahan

Padang, (Antara) - Panglima Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan Mayor Jenderal (Mayjend) TNI Istu Hari Subagio mengakui ada oknum prajurit TNI-AD diduga terlibat aksi pembakaran lahan hutan yang terjadi di daerah Pekanbaru, Provinsi Riau. Hal ini dikatakan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Istu Haris S setelah upacara pengamanan personel gabungan pengamanan Wakil Presiden Boediono, di Padang, Kamis. "Oknum prajurit yang diamankan yakni berpangkat Serka inisial "S" bertugas di salah satu Korem di jajaran Kodam I Bukit Barisan,"kata Istu Hari S, di Padang. Ia menjelaskan sekarang ini oknum prajurit TNI-AD tersebut dalam proses penyelidikan terkait dugaan aksi pembakaran lahan di Pekanbaru. "Agar cepat diproses oknum prajurit tersebut hingga disidangkan oleh Mahkamah Militer (Mahmil) sehingga ada kepastian hukum,"ujarnya. Jika di pengadilan oknum tersebut terbukti melakukan pembakaran lahan, akan dipecat dari kesatuan. "Pihaknya tidak menginginkan ada oknum prajurit TNI di jajaran Kodam I Bukit Barisan melakukan tindakan di luar dari tugas,"tegas Istu Haris S. Dia mengatakan, prajurit TNI masih berada di Pekanbaru untuk mengatasi masalah kabut asap akibat kebakaran lahan gambut. "Prajurit TNI berupaya maksimal dan berhasil memadamkan sejumlah area lahan yang terbakar sejak beberapa hari lalu,"katanya. Ia menjelaskan,awalnya titik api di Pekanbaru terdapat ratusan titik, namun sekarang ini tidak ada titik api yang menyebabkan timbulnya kabut asap. "Berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada titik api di Pekanbaru, malahan sekarang hujan sudah mengguyur daerah itu "ujarnya. Prajurit TNI masih terus melakukan patroli walaupun tidak ada lagi titik api di Pekanbaru. Jika dalam tiga hari ini tidak ada lagi titik api, pihaknya melakukan evaluasi serta melaporkan kegiatan ke Presiden "Target dari Presiden untuk memadamkan api selama satu minggu, namun kami menargetkan sepuluh hari tuntas dikerjakan,"kata Istu Hari S. Sementara itu Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi menyatakan, wilayah hukum Polda Sumbar tidak ada aksi pembakaran lahan. "Belum ada ditemukan aksi pembakaran lahan di Sumbar dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab,"katanya. Ia menjelaskan, Polda Sumbar terus berupaya untuk mencegah terjadinya aksi pembakaran lahan dengan cara prepentif. "Walaupun pengawasan dari pemerintah, namun pihaknya berupaya mencegah aksi pembakaran lahan di Sumbar," ujarnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
