Logo Header Antaranews Sumbar

Jenderal Mesir Tewas dalam Bentrokan dengan Kelompok Garis Keras

Rabu, 19 Maret 2014 19:20 WIB
Image Print

Kairo, (Antara/AFP) - Seorang brigadir jenderal angkatan darat dan seorang kolonel Mesir tewas dalam satu serangan Rabu di satu tempat persembunyian kelompok garis keras, saat pasukan keamanan mmperketat pengepungan mereka terhadap gerilyawan di Delta Nil. Kelompok garis keras Islam meningkatan aksi mereka dengan memindahkan operasi mereka dari Semenanjung Sinai ke ibu kota Kairo dan daerah-daerah Delta Nil, dengan serangan-serangan bom dan senjata api terhadap pasukan keamanan. Dalam serangan Rabu pagi di utara Kairo, lima anggota kelompok garis keras kelompok Ansar Beit al-Maqdis yang pro Al Qaida juga tewas dalam baku tembak selama beberapa jam, kata kementerian dalam negeri. Kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan yang paling banyak menelan korban jiwa dalam pemberontakan tingkat rendah yang menewaskan lebih dari 200 polisi dan tentara sejak militer menggulingkan presiden Mohammad Moursi dari Islam, Juli. Kelompok yang ditargetkan itu diduga terlibat dalam serangan Sabtu terhadap satu pos pemeriksaan militer yang menewaskan enam serdadu, dan pembunuhan seorang wakil gubernur di Kairo, Januari lalu. Mereka bersembunyi dekat kota Al-Qanatir Al-Khariya, Delta Nil sektar 30km utara Kairo. Para perwira itu tewas dalam serangan itu adalah para ahli penjinak bom yang ikut dalam operasi itu bersama polisi, kata militer. Militer mengatakan "sejumlah besar bahan peledak" ditemukan di tempat persembunyian mereka, dengan kementerian dalam negeri mengatakan kelompok itu telah menggunakan ikat pinggang yang berisi bahan peledak dalam konfrontasi itu. Sebagan besar dari serangan-serangan itu dilakukan setelah Moursi digulingkan militer di Semenanjung Sinai yang kacau, di mana para pemimpin kelompok garis keras diperkirakan berpangkalan. Ansar Beit al-Maqdis ( Partisan Jerusalem), memimpin serangan-serangan itu, mengaku bertanggung jawab atas pemboman markas besar poliso Kairo Januari dan menembak jatuh sebuah helikopter militer di Sinai dengan rudal. Kelompok itu mengatakan pekan lalu bahwa para pendirinya, Tawfiq Mohamed Fareej, tewas baru-baru ini abkibat kecelakaan mobil ketika sebuah bom yang mereka bawa meledak. Fareej adalah "komandan lapangan" pada serangan lintas perbatasan terhadap Israel yang menewaskan delapan warga Israel pada 18 Agustus 2011, kata kelompok itu. Ia juga terlibat dalam pembunuhan yang gagal terhadap menteri dalam negeri September lalu. Kelompok itu juga mengakui kematian salah seorang dari para anggota kelompok garis mereka dalam satu baku tembak di Kairo awal bulan ini. Mohamed al-Sayid al-Toukh tewas dalam baku tembak dengan polisi setelah mereka berusaha menanggkap dia karena dicurigai terlibat dalam ledakan bom Januari di markas besar polisi Kairo. Beberapa kelompok garis keras telah muncul di tengah-tengah tindakan keras keamanant yang mematikan terhadap para pendukung Moursi yang menewaskan setidaknya 1.400 orang, kata Amnesti Internasional. Satu kelompok baru Islam yang mengaku bertanggung jawab pekan ini atas sejumlah serangan terhadap polisi di Delta Nil mengatakan pihaknya menargetkan 28 anggota pasukan keamanan. Ansar al-Shariah, satu nama yang digunakan kelompok garis keras di negara-negara lain baru-baru ini mengumunkan pembentukannya di Mesir, dan mengeluarkan satu pernyataan Senin bertangung jawab atas serangan-serangan itu. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026