
Jenderal Sisi Mundur Sebagai Menteri Pertahanan Mesir

Kairo, (Antara/AFP) - Jenderal Fattah al-Sisi mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan Mesir, Kamis pada hari yang sama setelah ia mengumumkan akan ikut dalam pemilihan presiden, satu jabatan di mana ia tidak mendapat saingan kuat. Sisi mengenakan pakaian sipil dalam sidang kabinet mingguan untuk mengajukan pengunduran dirinya set3lah mundur sebagai panglima militer pada malam seblumnya, kata kantor berita MENA. Jenderal Sedki Sobhi dilantik sebqgai menteri pertahanan baru, dan Letjen Mahmoud Hegazy menggantikan Sobhi sebagai kepala staf, kata pihak kepresidenan. Hegazy adalah mertua putra Sisi. Dengan mengunmumkann pencalonannya dalam satu pidato yang disiaran televisi Rabu, Sisi berikrar akan memerangi "terorisme" dan bekerja untuk memulihkan ekonomi yang hancur. Sisi tidak menghadapi persaingan yang berat dalam pemilu yang menurut rencana akan diselenggarakan sebelum Juni, dan dianggap luas sebagai satu-satunya pemimpin yang dapat memulihkan ketertiban setelah lebih dari tiga tahun kekacauan sejak Arab Spring yang menggulingkan orang kuat pro-Barat Hosni Mubarak. "Dengan segala kerendahan hati,saya mencalonkan diri saya bagi presiden Mesir," kata Sisi dalam pidato itu, mengenakan seragamnya. Ia berikrar akan memerangi kelompok garis keras yang menewaskan lebih dari 200 polisi dan tentara sejak militer menggulingkan presiden terpilih Mohamed Moursi Juli tahun lalu. Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Marie Harf mengatakan Washington tidak mendukung kandidat manapu dalam pemilihan itu degan mengataan terserah kepada rakyat Mesir untuk memutuskannya. Tetapi yang penting pelaksanaan pemilihan itu dapat diselenggarakan dalam satu lingkungan di mana rakyat bebas mengutarakam pandangan politik mereka tanpa intimidasi atau kekhawatiran akan balas dendam", kata Harf kepada AFP. Washington mengeritik pemerintaah yang didukung militer Mesir atas lambannya transisi ke demokrasi sejak Moursi disingkirkan. Tetapi kabinet Mesir menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk "membangun satu negara modern yang didasarkan pada institusi-institusi yang demokratik". Juru bicara pemerintah Mesir Hany Salah mengemukakan kepada wartawan kabinet memuji "peran yang patriotik dan fundamental yang dilakukan Sisi dalam menyukseskan revolusi Juni ", mengacu pada penggulingan Moursi setelah protes-protes massa terhadap pemerintah yang berusia satu tahun itu. Satu pernyataan terpisah kabinet memuji Sisi karena "menghadapi kekuatan terorisme dan pengrusakan dengan kekuatan penuh dan teguh". Pencalonan Sisi mungkin akan menimbulkan protes-protes kelompok Islam dan para aktivis sekuler marah khawatir Mesir akan kembali pada situasi pemerintah militer dan menggunakan taktik keras era Mubarak. Ikhwanul Muslimin menentang pancalonan Sisi sebagai tidak sah. "Ia memimpin kedeta untuk menjadi presiden. Ia adalah seorang yang melakukan pembunuhan setiap hari sejak kudeta itu," kata Ibrahim Munir dari biro politik Ihwanul Muslimin kepada AFP melalui telepon dari London. Sisi diperkirakan merupakan kekuatsn riil dibelakang presiden sementara Adly Mansour, yang mengawasi polisi yang membunuh ratusan pemrotas dari kelompok Islam dan menahan sekitar 15.000 tersangka sejak Moursi digulingkan. Tindakan keras pemerintah itu dikecam mmsyarakat internasional, yang semakin keras setelah 529 pendukung Moursi dihukum mati pekan ini atas tuduhan melakukan aksi kekerasan yang menimbulkan korban tewas. Banyak rakyat Mesir, yang sangat kecewa pada pemerintah setahun Moursi, mendukung tindakan itu dengan harapan stabilitas akan pulih. Dalam satu tanda baru ketegangan dalam negeri, satu keompok pro-Al Qaida yang berpangkan di Sinai Mesir Kamis mengancam akan menyerang kontraktor-kontraktor dan para pekerja yang terlibat dalam pembangunan tembok keamanan di satu kota di semenanjung itu. Kelompok Ansar Beit al-Maqdis (Partisan Jerusalam) mengklaim serangan-serangan paling banyak menelan korban jiwa di Mesir sejak militer menggulingkan presiden dari kelompok Islam itu pada Juli, dengan mengatakan mereka akan membalas atas tindakan keras terhadap para pendukungnya. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
