
Gus Ipul: Semuanya Serba Mungkin

Sidoarjo, (ANTARA) - Wagub Jatim H Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul menyatakan semuanya serba mungkin dalam Pilgub Jatim 2013, termasuk apakah dirinya tetap bersama Gubernur Soekarwo atau tidak bersama lagi. "Semuanya serba mungkin, tapi ini politik, jadi semuanya akan terus berproses. Kalau ada kemelut itu biasa, justru itulah nikmatnya politik," katanya kepada ANTARA di Sidoarjo, Sabtu petang. Setelah berbicara dalam Raker Kepala Sekolah/Madrasah dari Lembaga Pendidikan Maarif NU se-Jatim yang dibuka Ketua PWNU Jatim KHM Mutawakkil Alallah, ia menegaskan bahwa semuanya tergantung kepada parpol. "Ujung-ujungnya itu tergantung pada parpol sesuai aspirasi yang mereka terima dari arus bawah, karena itu segala kemungkinan itu bisa saja terjadi," kata mantan Ketua Umum PP GP Ansor itu. Secara terpisah, Ketua Tanfidziah PWNU Jatim KHM Mutawakkil Alallah mengatakan NU Jatim tetap tidak akan berpolitik praktis sesuai Khittah NU 1926, namun NU Jatim juga akan menerima aspirasi masyarakat. "Aspirasi yang berkembang pada arus bawah memang ada keinginan agar kader NU memimpin Jatim pada 2013. Ada dua nama yang disampaikan kepada PWNU Jatim, yakni Gus Ipul (salah seorang Ketua PBNU/Wagub Jatim) dan Khofifah Indar Parawansa (Ketua Umum PP Muslimat NU)," katanya. Namun, kata pengasuh Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo, itu NU Jatim tidak akan menentukan dan mengumumkan salah satu dari kedua nama yang diaspirasikan warga NU itu. "Kedua nama itu akan kami serahkan kepada tim yang melibatkan parpol yang berbasis pesantren dan nahdliyyin untuk memilih, lalu kami akan merestui pilihan itu agar disosialisasikan. NU akan minta parpol berbasis NU untuk solid," katanya. Ia mencontohkan Pilkada Banyuwangi yang memunculkan banyak kader NU sebagai calon, lalu NU Jatim menyarankan agar ulama dan tokoh parpol berbasis NU untuk memilih satu nama dengan berbagai aspek, lalu calon pilihan itu direstui NU dan mereka akan menyosialisasikan. "Kalau tidak satu nama akan kalah, tapi di Banyuwangi akhirnya ada satu nama dan nama yang direstui NU itulah yang akhirnya terpilih memimpin Banyuwangi sekarang," katanya. Dalam raker yang dihadiri 170 kepala sekolah dan pengurus LP Ma'arif NU se-Jatim itu, peserta membahas antisipasi perubahan kurikulum pendidikan nasional 2013 dan pendidikan profesi guru (PPG). (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
