Logo Header Antaranews Sumbar

Ekuador Peringatkan Kondisi Kesehatan Pendiri Wikileaks

Sabtu, 1 Desember 2012 18:36 WIB
Image Print

Lima, (ANTARA/ AFP) - Presiden Ekuador Rafael Correa memperingatkan bahwa pendiri WikiLeaks Julian Assange memiliki resiko kesehatan yang memburuk jika dia tetap bersembunyi di Kedutaan Besar Quito di London. Dalam wawancara eksklusif di ibu kota Peru, Lima, Correa mengatakan, masalah kesehatan Assange bisa semakin buruk secara dramatis jika dia tinggal lebih lama lima bulan dari sekarang. "Saya belum berbicara dengan dia sejak dia tiba di kedutaan kami, tapi duta besar memberitahu saya bahwa dia menderita sedikit masalah di paru-parunya, tidak ada yang terlalu serius," kata Correa, yang berada di Peru untuk menghadiri pertemuan puncak Amerika Latin. "Namun masih ada kekhawatiran tentang kondisi fisik dan mental yang dapat memburuk, mengingat dia hanya berdiam di ruangan kecil, dan tidak dapat berolahraga di udara segar. Itu akan memperburuk situasi kesehatan siapa pun," ujar Correa. Assange berlindung di Kedubes Quito untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap seorang warga Australia. Assange khawatir jika dia diekstradisi ke Swedia, akhirnya dia dikirim ke Amerika Serikat untuk tuntutan, tempat dia bisa menghadapi hukuman perjara panjang atau bahkan hukuman mati. WiliLeaks membuat marah Washington pada 2010 dengan membocorkan ratusan ribu dokumen rahasia Amerika Serikat terkait perang Irak dan Afganistan dan mempermalukan hubungan diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat ke seluruh dunia. Assange ditangkap pada tahun yang sama di London, namun akhirnya dibebaskan dengan jaminan. Ekuador memberi suaka kepada Assange pada 16 Agustus, namun Inggris menolak memberinya perjalanan yang aman ke luar negeri dan menyebabkan kedua pemerintah dalam kebuntuan diplomatik. Assange terjebak di dalam kedutaan. Pembicaraan untuk mengakhiri kebuntuan sejauh terbukti membuahkan hasil, namun Correa mengatakan sebuah gebrakan masih mungkin terjadi. "Kami tidak bernegosiasi atas dasar Hak Asasi Manusia, istilah tersebut belum digunakan dalam kasus ini, tapi ada pembicaraan yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan kasus ini," kata dia. "Solusi untuk masalah ini ada di tangan Inggris, Swedia dan otoritas peradilan Eropa. Jika Inggris memberinya paspor aman besok, ini semuanya selesai," kata Correa. Berbicara tentang masalah politik domestik kembali, peluang Correa terbuka untuk ketiga kalinya menjabat sebagai Presiden. "Saya tidak pernah tertarik pada kekuasaan politik, namun situasi yang meunjukkan begitu banyak ketidakadilan, seperti sosial-ekonomi, kemiskinan Ekuador, hanya bisa diperbaiki secara politik," kata Presiden Ekuador yang akan mengakhiri jabatannya pada Mei tersebut. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026