
Kabut Asap Makin Tebal di Bukittinggi

Bukittinggi, (Antara) - Kabut asap akibat kebakaran lahan di Provinsi Riau berdampak buruk bagi Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat, karena ketebalan asapnya makin pekat sehingga jarak pandang berkurang menjadi 300 meter. "Kabut asap ini terasa makin tebal. Itu dapat dilihat dari jarak antara simpang stasiun ke simpang Kodim 0304 Agam-Bukittinggi yang kurang dari 300 meter tidak lagi terlihat," kata Defri (38), warga Bukit Cangang, Kota Bukittinggi, Jumat. Ia mengatakan, dampak hujan tadi malam yang diharapkan kabut asap berkurang malah menjadi makin tebal. "Kemarin dampak kabut asap jarak pandang masih di atas 1 km. Sekarang ini sudah sangat tebal dan untuk kesehatan sudah sangat mengkhawatirkan," katanya. Sejak kabut asap melanda Kota Bukittinggi, ia mengatakan, warga setempat diimbau selalu menggunakan masker agar terhindar dari dampak buruk secara langsung dari kabut asap itu. "Kabut asap membuat tenggorokan terasa perih dan kekeringan," katanya. Saat ini, ungkapnya, akibat kabut asap tersebut mata mulai terasa perih, menyebabkan batuk, sesak nafas, dan tenggorokan terasa kering. Pewarta Antara di Bukittinggi melaporkan warga yang berada di jalan atau di objek wisata taman Jam Gadang terlihat sudah banyak yang mengenakan masker. Sedangkan pengendara mobil terlihat menghidupkan lampu kendaraannya, karena kabut asap yang tebal membuat jarak pandang sekitar 300 meter itu. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Syofia Dasmauli mengatakan, dampak kabut asap itu telah terjadi peningkatan penyakit infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA) sebesar 10 sampai 20 persen. "Peningkatan penderita ISPA tersebut berdasarkan laporan dari tujuh Puskesmas yang tersebar di 24 kelurahan pada tiga kecamatan yang ada di Bukittinggi," katanya. Ia menyarankan warga memperbanyak meminum air putih supaya pengaruh kabut asap di bagian tenggorokan tidak begitu berdampak terhadap kesehatan. Kabut asap dapat menyebabkan penyakit ISPA karena membawa partikel-partikel melalui udara sehingga menggangu saluran pernafasan saat terhirup. "Memakai masker setidaknya dapat meminimalisir penyakit ISPA dari dampak kabut asap," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
