Logo Header Antaranews Sumbar

Utusan PBB Serukan Pembicaraan Perdamaian Suriah yang Produktif

Jumat, 14 Maret 2014 10:33 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Utusan PBB-Liga Arab untuk Suriah Lakhdar Brahimi, Kamis (13/3), meminta bantuan guna membantunya menggolkan babak baru pembicaraan perdamaian antara Pemerintah Suriah dan kelompok oposisi guna mengakhiri konflik tiga tahun di negeri itu. "Kami sangat ingin melanjutkan proses Jenewa ini, tapi kami menginginkan bantuan Dewan Keamanan serta semua yang dapat membantu untuk memastikan bahwa jika, dan ketika, kami mengadakan babak ketiga, itu akan agak lebih produktif ketimbang babak kedua," kata Brahimi kepada wartawan di Markas PBB, New York, setelah memberi penjelasan kepada Dewan 15-anggota tersebut. Dalam dua babak pembicaraan perdamaian Suriah awal tahun ini --yang pertama pada Januari lalu diikuti oleh babak kedua pada Februari-- kedua pihak berpegang pada posisi mereka tanpa membuat kemajuan mendasar. Di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (12/3), Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan Suriah sekarang menjadi "krisis keamanan, perdamaian dan keamanan terbesar" yang dihadapi dunia. Pemimpin PBB itu menyeru pemimpin wilayah tersebut dan masyarakat internasional agar "melakukan tindakan nyata untuk mengaktifkan kembali proses Jenewa". Ban dan Brahimi dijadwalkan memberi penjelasan kepada Sidang Majelis Umum PBB pada Jumat mengenai situasi di Suriah, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Lebih dari 100.000 orang tewas dan PBB memperkirakan sebanyak 6,3 juta orang telah menjadi pengungsi di dalam negeri mereka sejak konlfik meletus pada Maret 2011 di negara Timur Tengah tersebut. Lebih dari dua juta orang Suriah telah menyelamatkan diri ke negara tetangga --termasuk Jordania, Lebanon dan Turki. Di Beirut, Presiden Finlandia Sauli Niinisto, yang sedang berkunjung, dan timpalannya dari Lebanon, Kamis, menekankan pentingnya penyelesaian konflik Suriah melalui dialog jauh dari campur tangan asing. Mereka juga sependapat mengenai perlunya berbagai beban pengungsi Suriah di kalangan berbagai negara. Niinisto mengatakan selama taklimat bersama Michel Suleiman di Istana Presiden Baabda bahwa Finlandia ingin mendukung Lebanon dalam menangani krisis pengungsi Suriah. Ditambahkannya, "Tak ada negara yang pernah menghadapi apa yang sedang dihadapi Lebanon." Ia menambahkan, "Kami gembira bisa ikut dalam Kelompok Pendukung Internasional bagi pertemuan mengenai Lebanon di Paris, dan kami menawarkan sebanyak mungkin bantuan." Kelompok itu menyelenggarakan pertemuan pada 5 dan 6 Maret di Ibu Kota Prancis dan mengumumkan komitmennya dalam membantu Lebanon mengatasi kesulitan ekonomi dan keuangan yang ditimbulkan oleh arus tinggi pengungsi Suriah. Mereka juga berjanji akan terus mendukung militer Lebanon dengan semua senjata yang diperlukannya. Selama pertemuan tersebut, Finlandia menjanjikan bantuan sebesar tiga juta dolar AS buat ekonomi Lebanon melalui dana perwalian Bank Dunia. Pada gilirannya Suleiman menyampaikan harapan bahwa penyelesaian politik dapat dicapai untuk menyelesaikan krisis Suriah jauh dari campur tangan militer asing. Ia juga menyerukan difasilitasinya kepulangan pengungsi Suriah ke negeri mereka "segera setelah pilihan ini memungkinkan". Ditambahkannya, "Penting untuk membagi jumlah pengungsi Suriah di kalangan berbagai negara". Suleiman mengatakan ia berterima kasih kepada Presiden Niinisto atas dukungan Filandia bagi Lebanon dan keikutsertaannya dalam UNIFIL. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026