Logo Header Antaranews Sumbar

Obama Dukung Penuh Ukraina di Saat Kebuntuan Mengeras

Kamis, 13 Maret 2014 10:27 WIB
Image Print

Washington, (Antara/AFP) - Perpecahan Timur-Barat yang dimulai kembali oleh krisis di Ukraina pada Rabu mengeras, ketika Presiden AS Barack Obama secara tegas menyampaikan dukungan Washington bagi Kiev saat terjadinya kebuntuan dengan Moskow. Obama menyambut Perdana Menteri sementara Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, di Gedung Putih dan tampak berada di sampingnya ketika kedua pemimpin itu secara tegas memperingatkan Rusia bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan kedaulatannya. Ia mengulangi posisi AS bahwa Moskow akan menghadapi akibat yang tak ditentukan jika Presiden Rusia Vladimir Putin tidak mundur dan menolak upaya menyelenggarakan apa yang dikatakannya sebagai jajak pendapat sembrono di Krimea. "Ada jalan lain yang bisa ditempuh dan kami berharap Presiden Putin akan mengambil jalan itu," kata Obama kepada para wartawan Gedung Putih sambil duduk disebelah Yatsenyuk setelah mereka melakukan pertemuan di kantor kepresidenan Obama, Oval Office. "Kalau ia (Putin) tidak melakukannya, saya sangat yakin bahwa masyarakat internasional akan berdiri tegak di belakang pemerintah Ukraina." Yatsenyuk menyampaikan terima kasih kepada Washington atas dukungan tersebut dan menyatakan, "Kami berjuang untuk mencapai kebebasan. Kami berjuang untuk kemerdekaan kami. Kami berjuang untuk menjaga kedaulatan kami. Dan kami tidak akan pernah menyerah." Para pemimpin sempalan Ukraina di semenanjung Krimea, yang mendapat dukungan dari Putih, berencana mengadakan jajak pendapat hari minggu untuk memisahkan Krimea dari Kiev dan bergabung dengan Moskow. Pasukan Rusia yang didukung milisi setempat mengamankan wilayah semenanjung itu pada hari-hari yang kacau bulan lalu setelah mantan pemimpin proKremlin Viktor Yanukovych digulingkan melalui pemberontakan di jalanan. Obama mengatakan ia berharap krisis bisa diselesaikan melalui diplomasi, namun Ukraina dan Barat tidak mengakui jajak pendapat, sementara Moskow tidak mengakui pemerintahan Kiev. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026