Logo Header Antaranews Sumbar

Pemda-Pusat harus Kompak Tangani Asap

Rabu, 12 Maret 2014 14:49 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Padang, (Antara) - Duta Besar (Dubes) Norwegia untuk Indonesia, Stig Ingemar Traavik menyatakan pemerintah daerah (pemda) dan pusat harus kompak dalam penanganan kebakaran lahan pada sejumlah titik di Provinsi Riau. "Masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga harus berperan serta dalam menjaga kelestarian hutan sehingga ini (kebakaran) tidak terjadi lagi nanti," katanya di sela-sela Seminar Publik bertema "Skema REDD+ dan hak-hak tenurial masyarakat dalam perencanaan dan implementasinya Terkait Tata Guna Lahan dan Tata Kelola Kehutanan" di Padang, Rabu. Ia menekankan hal ini penting dilakukan untuk mengurangi emisi apalagi hutan itu adalah paru-paru dunia. Ia juga menyatakan keprihatinannya atas kebakaran lahan yang terjadi di Riau. "Di provinsi sebelah hutan telah terbakar. Sangat disayangkan apa yang telah dilakukan tetangga kami ini karena asapnya berdampak kepada kita di sini," katanya. Sementara itu, Analis Forecasthe Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, Siska Anggraini mengungkapkan saat ini dampak asap dari pembakaran lahan di Riau mengkibatkan jarak pandang sektiar 100 hingga hingga 900 meter. Ia menyatakan jarak pandang terpendek berada di Kota Payakumbuh yang hanya 100 Meter. Di Sicincin jarak panjang sejauh 500 meter, Padang Panjang 700 Meter, dan Kota Padang sekitar 600 hingga 900 meter. "Saat ini di seluruh wilayah Sumbar diselimuti kabut asap dengan ketebalan bervariasi," katanya. Diperkirakan kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar tersebut akan terus terjadi hingga akhir pekan karena perkiraan cuaca daerah ini dalam tiga hari ke depan cerah berawan. (*/wan/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026