Logo Header Antaranews Sumbar

Kabut Asap Masih Melanda Bukittinggi

Selasa, 11 Maret 2014 11:00 WIB
Image Print

Bukittinggi, (Antara) - Kabut asap akibat kebakaran lahan di Provinsi Riau masih melanda Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa, sehingga warga terpaksa memakai masker saat keluar ruangan. "Kabut asap ini terasa sudah mulai mengkhawatirkan, jika tak menggunakan masker dampaknya terasa langsung di tenggorokan," kata Efrizal (43), warga Panganak, Kota Bukittinggi, Selasa. Ia menyebutkan, kabut asap tersebut semakin menebal dibandingkan dari hari-hari sebelumnya. Saat ini, ungkapnya, akibat kabut asap tersebut mata mulai terasa perih, menyebabkan batuk, sesak nafas, dan tenggorokan terasa kering. Pewarta Antara di Bukittinggi melaporkan warga yang berada di jalan atau di objek wisata taman Jam Gadang terlihat mengenakan masker. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Syofia Dasmauli mengatakan, dampak kabut asap itu telah terjadi peningkatan penyakit infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA) sebesar 10 sampai 20 persen. "Peningkatan penderita ISPA tersebut berdasarkan laporan dari tujuh Puskesmas yang tersebar di 24 kelurahan pada tiga kecamatan yang ada di Bukittinggi," katanya. Ia menyarankan supaya masyarakat memperbanyak meminum air putih supaya pengaruh kabut asap di bagian tenggorokan tidak begitu berdampak terhadap kesehatan. Kabut asap dapat menyebabkan penyakit ISPA karena membawa partikel-partikel melalui udara sehingga menggangu saluran pernafasan saat terhirup. "Memakai masker setidaknya dapat meminimalisir penyakit ISPA dari dampak kabut asap," katanya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026