Logo Header Antaranews Sumbar

Panwaslu Padang Waspadai Politik Uang Saat Masa Tenang

Selasa, 4 Maret 2014 11:45 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mewaspadai politik uang pada masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) putara kedua. "Masa tenang Pilkada putara kedua sejak 2 Maret hingga 4 Maret 2014 rawan praktik money politik (politik uang) diduga dilakukan tim pemenangan kedua pasangan calon kepala daerah," kata Ketua Panwaslu Kota Padang, Nurlina K, di Padang, Selasa. Ia menjelaskan pelanggaran yang berpotensi terjadi selama masa tenang menjelang pemungutan suara, seperti black campaign (kampanye hitam), dan money politik (politik uang). "Salah satu upaya mengantisipasi berbagai pelanggaran selama masa tenang, Panwas Kecamatan dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) akan melakukan pemantauan, serta pengawasan lebih ketat," ungkapnya. Selain itu, panwaslu juga akan melibatkan seluruh pihak dalam melakukan pengawasan dan pemantauan di lingkungannya masing-masing. "Masyarakat diimbau melaporkan langsung ke panwas tingkat kabupaten, jika menemukan adanya pelanggaran pilkada selama masa tenang," katanya. Ia mengatakan tim sukses dan pemenangaan kedua pasangan calon kepala daerah selama masa tenang diminta untuk menurunkan atribut kampanye. Panwaslu juga meminta pasangan calon kepala daerah untuk tidak lagi melakukan kampanye selama masa tenang. "Kegiatan kampanye tidak boleh lagi dilakukan oleh tim sukses pasangan calon kepala daerah," katanya. Ia menjelaskan panwaslu juga sudah mengantisipasi kegiatan partai politik (parpol) yang mencoba menyamarkan kegiatan kampanye dalam bentuk lain, misalnya gerak jalan bersama. "Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk tidak memberikan izin kegiatan sejenis itu dan kegiatan pengumpulan massa lainnya pada masa tenang ini," katanya. Jika di lapangan ternyata ada peserta yang melanggar masa tenang, maka panwaslu akan memprosesnya sebagai pelanggaran pidana. "Itu pidana, karena termasuk kegiatan kampanye di luar jadwal," tegasnya. Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Andre Algamar menyatakan Satpol PP Padang melibatkan 200 personil untuk mengamankan Pilkada Padang pada 5 Maret 2014. "Personil Satpol PP fokus pada pengawasan Pilkada putaran kedua bakal digelar 5 Maret 2014," katanya. Ia menjelaskan personil tersebut akan dibagi pada dua tempat, dimana tempat pertama berada di 11 kecamatan dan kedua pengamanan di wilayah Kota Padang. "Setiap kecamatan akan ditempatkan 10 anggota, sehingga jumlah keseluruhan di kecamatan sebanyak 110 orang," ungkapnya. Anggota Satpol PP sudah tahu tata cara pengamanan kerja di lapangan karena telah memiliki kemampuan tentang itu dimana pilkada ini merupakan putaran kedua. "Anggota yang kami diturunkan merupakan anggota yang juga melakukan pengamanan pada pilkada putra pertama sehingga mereka sudah mengerti kerja di lapangan," katanya. Sementara itu, Zainal Ibrahim, ketua tim sukses pasangan calon Desri Ayunda-James Helyward (DeJe) menyatakan selama masa tenang tim pemenangan pasangan calon Desri Ayunda-James Helyward tidak melakukan kegiatan kampanye. "Begitu juga dengan atribut, pihaknya telah membongkar semua yang terpasang di sejumlah tempat Kota Padang," katanya. Ia menjelaskan tim sukses telah menyiapkan ribuan saksi di sejumlah Tempat Pemungatan Suara (TPS) yang tersebar di Kota Padang. "Kami tidak akan bermain curang, namun juga tidak mau dicurangi untuk itulah menyiapkan dan melatih 1.532 orang saksi," katanya. Para saksi pasangan DeJe tersebut pun diberikan bekal berupa surat tugas, seragam, kalkulator dan kamera. Peralatan tersebut, dibutuhkan para saksi untuk menghitung jumlah suara yang diperoleh pasangan DeJeserta bukti laporan melalui telepon maupun foto. Dengan begitu, maka para saksi yang telah diberikan seragam akan lebih rapi dan teliti karena telah dibekali peralatan serta bimbingan teknis. "Para saksi sudah siap menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksinya). Sehingga, kemenangan DeJe bisa diraih," jelasnya. KPU Padang menetapkan Pilkada Padang putaran II akan digelar pada 5 Maret 2014 diikuti dua pasang kandidat yang akan dipilih oleh 560.723 pemilih. Sebanyak 560.723 pemilih tersebut terdiri atas 276.729 pemilih laki-laki dan 283.994 pemilih perempuan yang akan melakukan pencoblosan surat suara pada 1.532 unit TPS. Dua kandidat peserta Pilkada Padang tersebut yaitu pasangan Mahyeldi-Emzalmi yang diusung PKS dan PPP serta pasangan Desri Ayunda-James Helyward dari jalur perseorangan. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026