Logo Header Antaranews Sumbar

17 Cedera Dalam Serangan Mortir di Ibu Kota Suriah

Sabtu, 1 Maret 2014 10:12 WIB
Image Print

Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Sebanyak 17 orang termasuk perempuan dan anak-anak cedera, Jumat (28/2), ketika dua bom mortir menghantam daerah di bagian timur Ibu Kota Suriah, Damaskus, demikian laporan kantor berita resmi Suriah, SANA. Bom mortir tersebut mendarat di Bundaran Al-Baitara dan Kabupaten Bab Sharqi di Damaskus, kata SANA. Ditambahkannya, seorang anak perempuan berada dalam kondisi kritis akibat serangan tersebut, yang juga telah menimbulkan kerusakan harta dan membuat banyak mobil terbakar. Serangan itu, yang paling akhir dalam serangkaian serangan mortir yang dilancarkan oleh gerilyawan di pinggiran Damaskus, terjadi saat ribuan orang Suriah yang pro-pemerintah berpawai di Kabupaten Mazzeh di Damaskus Barat guna mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad. Perempuan dan anak-anak termasuk di antara orang yang ikut dalam pawai tersebut, yang paling akhir dalam serangkaian demonstrasi pro-pemerintah yang diselenggarakan belum lama ini di Damaskus dan daerah lain yang dikuasai pemerintah di seluruh Suriah. Kegiatan semacam itu telah muncul kembali saat tentara Suriah meraih keunggulan dalam pertempuan melawan gerilyawan di berbagai wilayah Suriah, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu. Pada Jumat, tentara Suriah menewaskan tak kurang dari 20 gerilyawan, dalam penyergapan di bagian timur Damaskus. Sementara itu, organisasi yang memiliki hubungan dengan Al Qaida, "Front An-Nusra di Lebanon", pada hari yang sama menghukum mati dua orang Suriah, kakak-adik, yang berpidak pada Pemerintah Bashar di Kota Kecil Arsal di Bekaa, Lebanon Timur, kata National News Agency. Menurut laporan tersebut, Front An-Nusra mengeluarkan pernyataan yang berisi nama 12 orang yang telah dijatuhi hukuman mati karena bekerjasama dengan Pemerintah Suriah, termasuk kedua orang bersaudara itu --yang telah dihukum mati. Angkatan Udara Suriah menyerang Arsal pada Kamis (27/2), dan menembakkan empat rudal udara-ke-darat. Enam warga sipil tewas, Kamis (27/2), akibat serangan mortir di Provinsi Homs, Suriah Tengah, dan satu bom pinggir jalan di Damaskus, kata SANA. Serangan mortir oleh gerilyawan terhadap Permukiman Ekrima di Homs menewaskan lima orang dan melukai 13 orang, kata SANA --yang menambahkan serangan tersebut juga menimbulkan kerusakan pada beberapa toko dan rumah di dekatnya. Di Damaskus, seorang anak perempuan kecil meninggal dan 20 orang lagi cedera oleh bom pinggir jalan di dekat Rumah Sakit Prancis di Kabupaten Qassa --yang kebanyakan warganya pemeluk Kristen. Serangan mortir telah menjadi bagian dari kejadian sehari-hari di Suriah, terutama di Damaskus, saat gerilyawan berharap taktik semacam itu akan merusak kestabilan Ibu Kota Suriah, yang dijaga ketat. Pemerintah Suriah mengulurkan tangan kepada petempur oposisi dalam upaya lain untuk meringankan penderitaan keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan sebagai langkah ke arah penyelesaian permanen bagi krisis tiga-tahun di negeri tersebut. Konflik itu telah menewaskan lebih dari 100.000 orang serta membuat 9,3 juta orang di dalam Suriah dan lebih dari dua juta orang di luar negeri tersebut sangat memerlukan bantuan kemanusiaan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026